PADANG, haisumbar.com/ — Program Koperasi Merah Putih (KMP) di Sumatera Barat resmi memasuki babak baru. Setelah tahapan pembentukan badan hukum dirampungkan, roda koperasi yang digadang-gadang sebagai tulang punggung ekonomi nagari itu kini mulai bergerak ke fase implementasi.
Namun pemerintah daerah menegaskan, langkah awal ini bukan soal siapa paling cepat membangun gedung, melainkan siapa paling siap membangun fondasi manusia dan sistemnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Barat, Endrizal, mengungkapkan hingga akhir Desember 2025, Sumbar telah memiliki 1.265 unit Koperasi Merah Putih yang tersebar di nagari-nagari.
Dari jumlah tersebut, 564 unit telah mengajukan rencana pembangunan kantor dan gerai, sementara 83 unit sudah memulai pembangunan fisik. Sisanya masih berkutat di tahapan administrasi.
“Kalau yang kita perkirakan bisa segera merampungkan pembangunan fisik kantor, ada sekitar 200 unit,” ujar Endrizal ditemui di Rocky Hotel Padang, Sabtu (27/12/2025).
Meski demikian, Endrizal menekankan, bangunan hanyalah alat, bukan tujuan. Pemerintah provinsi justru menaruh perhatian besar pada penguatan sumber daya manusia (SDM) pengelola koperasi.
Bahkan, pelatihan awal bagi pengurus KMP se-Sumbar telah dituntaskan pada minggu pertama Desember 2025 sebagai bekal menuju tahun operasional 2026.
“Kita ingin KMP ini dikelola serius, profesional, dan berkelanjutan. Ini harus sejalan dengan harapan Presiden RI Prabowo Subianto. Tidak boleh setengah-setengah,” tegasnya.
Secara konsep, Koperasi Merah Putih dirancang sebagai lembaga ekonomi nagari yang berangkat dari kebutuhan paling mendasar masyarakat. Pada tahap awal, bidang usaha difokuskan pada pemenuhan kebutuhan harian seperti beras, gula, dan bahan pokok lainnya.
Untuk memastikan pasokan, Diskop UMKM Sumbar telah menjalin kerja sama dengan Bulog, sekaligus membuka ruang kemitraan dengan berbagai pihak.