Sementara itu, pencarian korban hilang masih terus dilakukan oleh tim gabungan, meski medan yang berat dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat menjadi kendala tersendiri.
Di tengah tingginya jumlah korban jiwa dan luasnya dampak bencana, hingga hari ke-26 pascakejadian bencana ekologis di Sumatera Barat belum ditetapkan sebagai bencana nasional.
Status ini pun kini terus menjadi perhatian publik, mengingat beban penanganan yang masih besar dan kebutuhan pemulihan jangka panjang di wilayah terdampak.
Bencana yang melanda Sumbar ini tidak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga membuka kembali diskursus tentang kerentanan ekologis, mitigasi bencana, serta daya dukung lingkungan di daerah rawan banjir dan galodo.
Pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, BNPB, Basarnas, dan relawan masih terus berjibaku di lapangan. Namun bagi ratusan keluarga korban, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Melainkan kehilangan yang mengubah hidup selamanya. (*).