PADANG, HAISUMBAR— Memasuki hari ke-26 pasca bencana ekologis yang melanda Sumatera Barat sejak 27 November 2025 jumlah korban jiwa terus bertambah. Hingga Selasa (23/12/2025) pukul 20.00 WIB Polda Sumatera Barat melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) mencatat 249 orang meninggal dunia akibat rangkaian bencana banjir dan galodo di sejumlah kabupaten dan kota.

Dari jumlah tersebut, 221 korban telah berhasil diidentifikasi, sementara 28 jenazah masih dalam proses identifikasi. Selain itu, 83 orang masih dinyatakan hilang dan 20 korban lainnya masih menjalani perawatan medis  di sejumlah fasilitas kesehatan.

Data ini disampaikan oleh Kabid Dokkes Polda Sumbar, AKBP dr. Faisal yang menegaskan bahwa proses identifikasi korban dilakukan secara cermat dan berlapis untuk memastikan keakuratan data.

“Tim DVI bekerja berdasarkan prosedur medis dan forensik. Identifikasi dilakukan melalui data antemortem dan postmortem agar tidak terjadi kekeliruan,” ujar dr. Faisal Selasa (23/13/2025) malam 

Menurut dr. Faisal, tantangan utama dalam proses identifikasi adalah kondisi jenazah yang sebagian besar ditemukan dalam keadaan tidak utuh, akibat derasnya arus banjir dan material galodo yang membawa lumpur, kayu, serta batu dari wilayah hulu.

“Kami tetap berupaya maksimal. Setiap jenazah diperlakukan dengan penuh kehormatan dan kehati-hatian, demi memastikan hak keluarga korban,” katanya.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *