Skip to content
Hai Sumbar

Suara Dari Ranah

Hai Sumbar

Suara Dari Ranah

  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Nasional
  • Metropolis
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Nasional
  • Metropolis
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Hukum

Konflik Agraria Meletup Lagi di Gunung Talang, Penolakan Warga Atas Geothermal Belum Padam

By
November 16, 2025 3 Min Read
0

SOLOK,haisumbar.com/— Forum sosialisasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Talang–Bukik Kili di Nagari Batu Bajanjang, Kamis (13/11/2025) lalu sempat menjadi tegang. 

Ratusan warga berdiri, membentangkan spanduk aspirasi bertuliskan “Ruang Hidup Bukan untuk Dikorbankan Demi Geothermal!”. Sosialisasi yang digelar Pemkab Solok bersama PT Hitay Daya Energi itu pun akhirnya terpaksa terhenti setelah warga menilai paparan pemerintah tidak akurat dan menyesatkan.

Liwar, petani setempat, memprotes materi presentasi yang menggunakan foto bawang dari daerah lain.

“Bagaimana mau percaya? Informasi saja salah,” tegasnya.

Warga menilai geothermal telah memicu konflik agraria sejak 2017 dan tidak punya rekam jejak menyejahterakan petani. Warga juga membantah keras isu yang menyatakan mereka berhasil diprovokasi oleh LSM dan NGO untuk menolak rencana kehadiran Mega investasi yang diklaim “Hijau” itu.

“Warga kami sudah ada yang pergi melihat langsung Geothermal Muara Labuh, Mataloko NTT dan Sorik Marapi. Warga di sana tidak lebih sejahtera dari kami. Ada lahan rusak, ada gas bocor, ada konflik. Itu yang kami lihat.” ucapnya.

Ia bercerita panjang bahwa petani Salingka Gunung Talang khawatir rusaknya sumber air, menurunnya kesuburan tanah, dan potensi pencemaran udara di kawasan pertanian produktif itu.

“Kami hidup tenang dari bertani. Tidak ada alasan mengorbankan ruang hidup untuk proyek seperti itu,” kata Jasmanto, tokoh masyarakat.

Terkait penolakan sosialisasi yang diharapkan mencapai titik temu dan akhirnya ditolak itu, warga Batu Bajanjang menilai paparan tim pemerintah dan perusahaan tidak hanya tidak akurat, tetapi juga menutupi risiko besar dari geothermal.

Mayoritas warga yang hadir, tegas menyatakan penilaian bahwa presentasi itu “mengelabui publik”.

“Foto bawang yang mereka tampilkan itu salah lokasi. Mereka bilang Muaro Labuh, padahal itu foto Alahan Panjang. Bagaimana kami mau percaya? Materi saja tidak benar,” tegasnya.

Ia juga menilai klaim perusahaan soal ketersediaan air sangat tidak relevan.

“Dari dulu kami mandi air panas di sini. Air bersih melimpah. Tidak perlu geothermal untuk itu. Yang kami butuhkan adalah tanah tetap subur, air tetap aman dan Gunung Talang lestari,” ucapnya 

Pages: 1 2

Tags:

Geothermal Gunung TalangGreen EnergyPemprov SumbarPLNPLTP Talang-Bukik KiliSolok
Author

Follow Me
Other Articles
Previous

Desak Revisi UU Sistem Perbukuan Nasional. Willy Aditya :  Penulis,Toko Buku & Penerbit Harus Hidup

Next

BPI KPNPA RI Temukan Indikasi Kejanggalan Proyek Rehabilitasi SMPN 2 Sipora Selatan

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

haisumbar.id

Copyright 2026 — Hai Sumbar. All rights reserved.