75 Ribu Mengungsi, 61 Meninggal: Peta Bencana Sumbar Menghitam di 16 Kabupaten/Kota
PADANG,haisumbar.com/—Bencana hidrometeorologis yang menghantam Sumatera Barat selama beberapa hari terakhir memasuki fase paling genting.
Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar hingga Jumat malam, 28 November 2025 pukul 20.00 WIB, menunjukkan peningkatan drastis pada jumlah korban, daerah terdampak, serta kerusakan fasilitas publik.
Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, menyebutkan bahwa total sudah 16 kabupaten dan kota yang dilaporkan terdampak banjir, banjir bandang, longsor, dan angin kencang.
“Dua wilayah terbaru yang melaporkan adalah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Kepulauan Mentawai,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima di Padang Jumat (28/11/2025)
Ilham menyebut angka korban jiwa kini telah mencapai 61 orang. Di saat yang sama, 90 warga masih dinyatakan hilang dan 8 orang mengalami luka-luka. Korban terbanyak tercatat di Kabupaten Agam yang sejak awal menjadi pusat bencana.
Wilayah ini melaporkan 47 warga meninggal, 83 orang masih dicari, dan dua lainnya luka-luka. Kota Padang melaporkan lima korban meninggal, sementara di Kota Solok tercatat satu korban meninggal.
Di Padang Panjang, tujuh warga kehilangan nyawa dan tiga lainnya mengalami luka. Pasaman Barat melaporkan satu korban meninggal, enam masih hilang, serta satu warga mengalami luka-luka. Sementara Padang Pariaman mencatat satu warga hilang dan dua luka-luka.
Besarnya skala bencana juga tercermin dari jumlah pengungsi yang telah mencapai 75.219 jiwa. “Total masyarakat yang terdampak langsung kini berada pada angka 106.862 jiwa,” ucap dia.
Menurut Ilham, ini merupakan salah satu peristiwa bencana terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dan angka tersebut masih bisa berubah seiring berjalannya pendataan di wilayah yang sulit dijangkau.
Kerusakan fasilitas publik dan rumah warga, hingga malam ini, sudah mencapai ribuan unit yang terdata di 14 kabupaten dan kota.
Berbagai infrastruktur vital seperti jalan nasional, jembatan, fasilitas kesehatan, jaringan air, hingga sarana pendidikan mengalami kerusakan serius.
“Jalan nasional Padang–Bukittinggi, terputus total. Jalur Padang–Solok sudah dapat dilewati, sementara Malalak sudah bisa dilalui meskipun ada sedikit longsoran,” ucapnya
Di Agam dan Pasaman Barat, kata Ilham Wahab, sejumlah desa masih terisolasi karena tertimbun longsor dan rusaknya jembatan penghubung.