Skip to content
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Hai Sumbar

Suara Dari Ranah

Hai Sumbar

Suara Dari Ranah

  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Nasional
  • Metropolis
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Nasional
  • Metropolis
Close

Search

MetropolisNasional

BNPB Ungkap Alasan Kenapa Banjir Sumatra Tidak Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional

By
November 28, 2025 2 Min Read
0

JAKARTA,haisumbar.com/- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menjelaskan alasan pemerintah belum menetapkan banjir dan longsor di Sumatera sebagai bencana nasional.

 Menurutnya, banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh masih berada pada tingkat daerah provinsi.

Ia menilai, bencana di tiga provinsi Sumatera itu memang terlihat mencekam karena banyak berseliweran di media sosial (medsos). Namun, Suharyanto, menyatakan, kondisi di lapangan sudah membaik.

Suharyanto menilai perdebatan soal kenaikan status sejatinya tidak perlu diperpanjang karena penetapan bencana nasional di Indonesia sangat jarang terjadi.

 “Yang pernah ditetapkan Indonesia sebagai bencana nasional itu hanya Covid-19 dan tsunami Aceh 2004. Sementara itu, bencana besar lain seperti gempa Palu, NTB, dan Cianjur pun tidak ditetapkan sebagai bencana nasional,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers, Jumat (28/11/2025).

Suharyanto menjelaskan penetapan bencana nasional memiliki parameter utama, mulai dari kerusakan absolut, lumpuhnya pemerintahan daerah, sampai hilangnya kendali layanan publik. Situasi bencana di Sumatera, menurutnya, belum mencapai ambang tersebut.

Struktur pemerintahan daerah disebut masih bisa menangani keadaan dengan bantuan pusat yang terus mengalir.

Suharyanto mengakui informasi dan video di media sosial sempat menimbulkan kesan krisis yang sangat menegangkan. 

Kesan itu muncul ketika laporan warga terisolasi dan jaringan komunikasi terputus menyebar luas. Suharyanto menyebut kondisi lapangan saat tim BNPB tiba menunjukkan banyak wilayah sudah lebih terkendali.

 “Memang kemarin kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial, tetapi begitu kami tiba langsung di lokasi, banyak daerah yang sudah tidak hujan. Yang paling serius memang Tapanuli Tengah, tetapi wilayah lain relatif membaik,” katanya.

Status daerah tidak membuat keterlibatan pemerintah pusat berkurang. Suharyanto menegaskan bantuan pusat tetap besar-besaran lewat BNPB, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait.

“Karena statusnya tingkat provinsi, pemerintah pusat melalui BNPB, TNI, Polri, dan seluruh kementerian/lembaga memberikan dukungan maksimal. Buktinya, Presiden mengerahkan bantuan besar-besaran, TNI mengirim alutsista dalam jumlah besar, dan BNPB menggerakkan seluruh kekuatan yang ada,” tegasnya

BNPB menilai Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai wilayah dengan dampak paling berat.

Korban meninggal dan hilang terbanyak tercatat di wilayah ini, disertai kendala akses yang masih terbatas. 

“Tapteng menjadi yang terparah. Jumlah meninggal dan hilang paling banyak, dan akses ke sana masih terbatas. Itu yang menjadi fokus utama kami,” kata Suharyanto.

BNPB menyebut jalur Tapanuli Utara–Sibolga masih menjadi titik kritis yang perlu dipulihkan segera. Akses Dibuka Bertahap, Cuaca Jadi Faktor Kunci Pembukaan jalan dilakukan bersamaan dengan evakuasi serta distribusi logistik.

 Suharyanto menyebut akses di beberapa titik mulai terbuka saat cuaca cerah. “Jalan sedang dibuka. Dari udara terlihat hanya beberapa titik yang putus akibat jembatan roboh atau longsor. Saat hujan memang tidak bisa dilalui, tetapi saat cuaca cerah jalur sudah bisa diakses,” pungkasnya. (*).

Tags:

BencanaBencana HidrometeorologisBNPB RIBPBD SumbarSumbar
Author

Follow Me
Other Articles
Previous

Belum Ada Status Bencana Nasional, PERTI Sumbar Gerak Cepat Galang Donasi Korban Banjir Bandang

Next

75 Ribu Mengungsi, 61 Meninggal: Peta Bencana Sumbar Menghitam di 16 Kabupaten/Kota

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

haisumbar.id

Copyright 2026 — Hai Sumbar. All rights reserved.