Menyilau Hasil Panen Padi Sawah Pokok Murah, Produktivitas Naik, Hama Wereng KO
PADANG,haisumbar.com/ — Gelombang panen perdana metode Sawah Pokok Murah (SPM) mulai terasa di sejumlah daerah di Sumatra Barat. Kabar baiknya, hasil padi di banyak lokasi dilaporkan melonjak hingga 40 persen.
Program yang digadang-gadang menjadi terobosan untuk memutus ketergantungan petani pada input kimia mahal ini kini memasuki tahap pembuktian di lapangan.
Sejak Oktober hingga Desember 2025, wilayah-wilayah awal pengadopsi SPM mulai memanen hasil tanamannya. Sebagian besar menunjukkan performa menjanjikan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhortbun) Sumbar, Afniwarman, menyebutkan bahwa mayoritas sawah SPM yang telah memasuki masa panen melaporkan kenaikan hasil hingga 40 persen dibanding pola tanam konvensional.
“Biaya turun, hasil naik. Itu yang sekarang dirasakan petani. Ini bukan hanya konsep di atas kertas, tetapi bukti di lapangan,” kata Afniwarman, Kamis (20/11).
SPM menerapkan pendekatan pengurangan input eksternal. Penggunaan pupuk kimia dan pestisida ditekan, digantikan dengan revitalisasi ekosistem sawah melalui jerami sebagai media tanam, penguatan unsur biologi tanah, serta teknik pengolahan murah.
Tahan Wereng, Sawah SPM Selamat, Sawah Konvensional Sekitar Gagal Panen
Salah satu temuan paling mengejutkan datang dari monitoring staf Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Padang Pariaman. Di sana, sawah SPM dilaporkan tetap aman dari serangan wereng, sementara sawah konvensional di sekitarnya mengalami gagal panen.
“SPM terbukti cukup tahan terhadap hama wereng. Di lokasi yang dicek, sawah lain rusak, tapi SPM tidak. Panennya justru meningkat,” ujar Afniwarman.
Efek perlindungan ini, ujarnya, terjadi berkat jerami yang dihamparkan sebagai media tanam. Ketika melapuk, jerami menjadi habitat bagi laba-laba, predator alami wereng. Hama akhirnya terperangkap dan mati di tumpukan jerami tersebut.