PADANG, haisumbar.com/—Ekonomi Sumbar tumbuh 3,36 persen (y-on-y) pada triwulan III/2025, namun data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan sebuah pola yang semakin menguat. 

Tiga sektor terbesar yang selama ini menjadi penopang ekonomi Sumbar mulai kehilangan tenaga, sementara sektor-sektor kecil justru tumbuh agresif.

Dengan kontribusi tiga sektor utama, pertanian (21,79%), perdagangan (17,10%), dan transportasi (10,62%)yang mencapai 49,51 persen dari keseluruhan PDRB, angka-angka ini memberikan gambaran yang cukup telanjang tentang arah ekonomi Sumbar.

 PERTANIAN: KONTRIBUSI BESAR, PERTUMBUHAN MULAI MELAMBAT

Sektor pertanian tercatat punya kontribusi sebesar 21,79 bagi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Sumatra Barat. Sektor ini punya laju Pertumbuhan (y-on-y): +2,83% serta Pertumbuhan (q-to-q): –0,11%.

Sektor pertanian masih memikul beban terberat sebagai penopang ekonomi Sumbar. Namun data q-to-q menunjukkan mulai munculnya tanda-tanda kelelahan.

Meski produksi sawit, kopi, tembakau, daging ayam, dan telur meningkat, hal itu belum cukup untuk mengangkat pertumbuhan jangka pendek.

Sektor yang berperan seperlima PDRB ini tumbuh di bawah angka pertumbuhan provinsi. Ini menunjukkan bahwa sektor terbesar sedang bergerak lebih lambat daripada ekonomi Sumbar secara keseluruhan.

Sugeng Arianto, Kepala BPS Sumbar, memberi sinyal waspada. “Jika sektor terbesar stagnan, secara otomatis pertumbuhan agregat ikut terseret turun.” ujarnya dalam rilis BPS (5/11/2025).

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *