Meski demikian, warga tak menutup mata terhadap perubahan tutupan lahan di perbukitan sekitar. Ikhsan mengakui, sebagian kawasan yang sebelumnya berhutan kini mulai beralih fungsi menjadi perkebunan sawit.

“Bukit-bukit itu sekarang sudah mulai jadi kebun sawit,” ujarnya.

Kondisi ini menambah kerentanan wilayah tersebut terhadap longsor dan galodo, terutama di musim hujan dengan intensitas tinggi seperti saat ini.

Hingga kini, bantuan dan intervensi pemerintah belum menjangkau secara maksimal kawasan Padang Landua. Warga masih bertahan dengan swadaya, mengandalkan gotong royong dan harapan agar galodo susulan berskala besar tidak kembali terjadi.

“Kami cuma berharap tidak ada lagi galodo besar. Setiap hujan, kami selalu was-was,” ucap Ikhsan.

Padang Landua hari ini bukan sekadar soal jembatan yang putus. Ia adalah potret keterisolasian warga di pedalaman Sumatra Barat. Dimana akses dasar, rasa aman, dan kehadiran negara masih menunggu untuk benar-benar sampai. (*).

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *