PADANG, haisumbar.com/ — Di tengah hujan yang tak kunjung reda dan ancaman banjir susulan, Wali Kota Padang Fadly Amran turun langsung ke kawasan Batu Busuk bersama Sekretaris Utama BNPB RI Minggu (14/12/2025) Kunjungan ini adalah respons atas kondisi warga yang masih bertahan di rumah-rumah rawan di sepanjang aliran sungai.

Di hadapan warga, Fadly Amran menyampaikan keprihatinannya atas situasi yang terus memburuk. Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, bahkan jika harus diambil keputusan sulit berupa relokasi sementara.

“Kita tidak ingin ada korban. Wilayah yang berdekatan dengan aliran sungai ini sangat berbahaya, apalagi hujan masih terus turun,” kata Fadly, seraya mengimbau warga segera mengungsi ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah, seperti SMP Negeri 44 atau hunian sementara di Lubuk Buayo.

Dialog berlangsung cair namun penuh kegelisahan. Sejumlah warga mengaku keberatan meninggalkan rumah karena status tanah dan bangunan yang belum jelas. Ada pula yang berharap rumah mereka dapat dipinjamkan atau dihibahkan sementara, sembari menunggu kepastian dari pemerintah.

Menanggapi hal itu, Sestama BNPB RI menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak akan lepas tangan. Ia mengakui bahwa pembangunan hunian tetap (Huntap) membutuhkan kesiapan lahan dan proses administrasi yang tidak singkat. 

Saat ini, dari 15 kabupaten/kota terdampak bencana di Sumatra Barat, baru empat daerah yang dinilai siap lahan dan siap dibangun.

“Untuk sekarang, yang paling realistis adalah hunian sementara. Keselamatan dulu. Soal Huntap, itu akan kita perjuangkan bersama, tapi ada tahapan yang harus dilalui,” ujarnya.

BNPB juga mengungkapkan bahwa upaya darurat terus dilakukan, termasuk operasi modifikasi cuaca. Saat ini, tiga pesawat telah dikerahkan untuk mengurangi intensitas hujan, dan satu pesawat tambahan dijadwalkan tiba, sehingga total menjadi empat pesawat yang beroperasi di wilayah Sumatra Barat.

“Curah hujan masih tinggi. Operasi ini kita lakukan agar risiko banjir dan longsor bisa ditekan,” kata Sestama BNPB.

Di akhir kunjungan, Fadly Amran kembali mengajak masyarakat untuk tidak memaksakan diri bertahan di lokasi berisiko. Ia meminta camat, lurah, dan perangkat kelurahan ikut aktif meyakinkan warga agar mau direlokasi demi keselamatan bersama.

“Kita pahami ini berat. Tapi nyawa jauh lebih berharga. Pemerintah akan hadir dan bertanggung jawab,” tuturnya. (*).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *