Wagub Vasko Dampingi Menteri PU Tinjau Kerusakan Infrastruktur: Usulan Pemulihan Sumbar Tembus Rp13 Triliun.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa risiko longsor masih tinggi akibat tebing curam dan cuaca yang belum stabil. Proses pengamanan tebing sedang dipercepat, didukung koordinasi antara PU, BNPB, dan BMKG, termasuk wacana penerapan operasi modifikasi cuaca untuk mempercepat perbaikan di lapangan.
Saat meninjau ruas amblas di Nagari Sumpur, Dody menegaskan bahwa pemetaan kerusakan infrastruktur sudah rampung. Data kerusakan mencakup jalan, jembatan, sekolah, rumah ibadah, irigasi, hingga kantor pemerintahan.
“Seluruh data telah disampaikan ke Presiden bersamaan dengan usulan pembiayaan pemulihan Sumbar. Total usulan awal yang diajukan sekitar Rp13 triliun,” jelasnya
Menanggapi itu, Wagub Vasko menekankan bahwa pendataan kerusakan di tingkat kabupaten dan kota harus segera dituntaskan. Menurutnya, proses rehabilitasi dan rekonstruksi tidak boleh tertunda hanya karena lambatnya dokumen administrasi.
Ia menyebut masyarakat kini menunggu kepastian pemulihan, sementara daerah harus responsif terhadap kebutuhan mendesak tersebut.
Vasko menyambut baik dukungan penuh dari Kementerian PU dan berharap Presiden dapat segera menyetujui usulan pendanaan. Ia menegaskan bahwa semakin cepat anggaran diputuskan, semakin cepat pula Sumbar bangkit dari bencana.
“Masyarakat butuh kepastian, dan kami ingin kerja-kerja pemulihan ini bergerak tanpa jeda,” ujarnya.
Dengan usulan Rp13 triliun yang sudah berada di meja Presiden, Sumbar kini menunggu keputusan penting yang akan menentukan cepat atau lambatnya proses rekonstruksi pascabencana terbesar dalam satu dekade terakhir. (*).