PADANG, haisumbar.com/ — Jumlah korban jiwa akibat bencana ekologis galodo yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat terus bertambah. Hingga Selasa malam, 9 Desember 2025, pukul 20.00 WIB, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Barat mencatat total 238 korban meninggal dunia.
Dari jumlah tersebut, 205 korban telah berhasil diidentifikasi berdasarkan data antemortem dan postmortem, sementara 33 korban lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan.
Pelaksana Tugas Kabiddokkes Polda Sumatera Barat, AKBP dr. Faisal, menyampaikan bahwa seluruh tim terus bekerja siang dan malam untuk memastikan seluruh jenazah dapat diketahui identitasnya dan dikembalikan kepada keluarga masing-masing.
Ia menegaskan bahwa proses identifikasi berjalan dengan dukungan penuh dari berbagai disiplin ilmu forensik.
“Tim DVI Polda Sumbar bekerja maksimal sejak hari pertama bencana terjadi. Sampai malam ini, total 238 korban meninggal dunia telah tercatat, dan 205 korban berhasil kami identifikasi. Sisanya masih kami lakukan proses pemeriksaan lebih detail,” ujar AKBP dr. Faisal.
Dari total korban meninggal, 103 di antaranya adalah laki-laki dan 102 perempuan. Selain itu, terdapat empat bagian tubuh yang juga ditemukan terdiri dari potongan paha, potongan tungkai bawah, dan dua potongan kaki kanan. Korban yang belum teridentifikasi tercatat sebanyak 33 orang, terdiri dari 15 laki-laki dan 14 perempuan, ditambah empat potongan tubuh.
Rincian penanganan korban tersebar pada sejumlah posko DVI di wilayah terdampak. Di Posko DVI Padang yang terdiri dari DVI Polresta bersama RS Rasidin, lima korban yang masuk seluruhnya telah teridentifikasi. Sementara di RS Bhayangkara Tingkat III Padang tercatat 63 korban meninggal, 38 di antaranya telah teridentifikasi dan 25 masih dalam proses identifikasi.
Posko DVI Agam mencatat 136 korban meninggal dengan 128 telah berhasil teridentifikasi dan delapan masih menjalani pemeriksaan. Di Pasaman Barat, empat korban seluruhnya teridentifikasi. Posko Bukittinggi mencatat 14 korban yang semuanya dapat diidentifikasi, begitu juga di Padang Panjang yang mencatat 16 korban dan seluruhnya telah diketahui identitasnya.