Saat ini dua helikopter siaga di kawasan Sumatra, ditambah satu unit dari Kalimantan yang dikerahkan ke Sumsel. Lampung juga memiliki satu helikopter untuk kebutuhan pemantauan. Dedi menyebut kebutuhan armada udara Polda Sumbar akan menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh Polri.
“Polda Sumbar terakhir memiliki helikopter pada 2005. Dengan kondisi bencana seperti sekarang, tentu ini bagian dari evaluasi kami ke depan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakapolri menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumbar, TNI, relawan, tenaga medis, dan masyarakat yang telah bekerja tanpa henti sejak hari pertama bencana menghantam berbagai daerah.
“Saya mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras di lapangan. Penanganan bencana ini tidak akan berjalan tanpa sinergi,” katanya.
Komjen Dedi menegaskan Polri akan mengoptimalkan seluruh sumber daya. Mulai dari helikopter, logistik, hingga dukungan teknis untuk memastikan masyarakat Sumbar benar-benar pulih dari bencana yang hingga kini masih meninggalkan luka mendalam. (*).