Rakyat Kecil Menanggung Akibatnya

Menurut JATAM, kelompok paling rentan dalam bencana ekologis ini adalah masyarakat di hilir, petani, nelayan, warga miskin yang ruang hidupnya makin sempit, akses terhadap air bersih terancam, dan rumahnya hanyut berkali-kali.

Sementara itu, korporasi yang menguasai hulu DAS tetap melanjutkan operasi, dilindungi izin, dan bahkan mendapatkan label “energi bersih” atau “proyek strategis nasional”.

Penelusuran HaiSumbar via berbagai dokumen dan media, Analisis JATAM ini menambah daftar panjang kritik terhadap tata ruang di Sumatra, yang selama bertahun-tahun dianggap tidak selaras dengan daya dukung lingkungan dan sains kebencanaan.

Hulu dibiarkan berlubang, daerah tangkapan air rusak, dan ekosistem Bukit Barisan makin tersudut oleh investasi yang tak mempertimbangkan risiko ekologis.

Jika tidak ada pembatasan radikal bahkan penghentian, ekspansi industri ekstraktif di wilayah hulu, dan jika pemulihan ekosistem tidak menjadi prioritas segera, maka bencana seperti ini hanya soal waktu untuk terulang.

“Bukan alam yang berubah, tapi kebijakan yang gagal melindungi,” (**)

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *