PADANG,haisumbar.com/— Anggota DPRD Kota Padang, Christian Rudi Kurniawan turun langsung meninjau kerusakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Sungai Latung, Lubuk Minturun, Kota Padang Selasa (2/12/2025).
Dalam inspeksi perdana pasca terjangan galodo dan banjir bandang dahsyat yang meluluhlantakkan kawasan itu, legislator PDIP ini tak kuasa menahan sedih sekaligus geram. Ia mengungkap kembali fakta yang selama ini terus dianggap “angin lalu” bagi pemangku kepentingan.
Bencana yang merusak rumah warga, menyeret material lumpur, hingga mengganggu operasional IPAL tersebut bukan hanya akibat cuaca ekstrem. Menurutnya, kerusakan parah itu berakar dari rusaknya kawasan hulu di Suaka Margasatwa Bukit Barisan yang kini telah digunduli para pembalak liar.
“Ini fakta yang tidak terbantahkan. Hutan di hulu habis dihancurkan para pelaku ilegal logging. Setelah itu banjir bandang datang menghantam. Ini bukan bencana alam sepenuhnya, tetapi bencana ekologis hasil ulah manusia,” ujar Rudi Geram, dilokasi
Melihat langsung endapan lumpur tebal yang memenuhi alur sungai, serta kerusakan pada instalasi IPAL yang selama ini menjadi penopang sanitasi warga, Rudi mengecam tumpulnya penegakan hukum terhadap para perusak hutan.
“Saya mendesak Kementrian Kehutanan dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas para pelaku, termasuk aktor-aktor utama yang berdiri di belakang penghancuran Bukit Barisan ini. Mereka harus bertanggung jawab atas penderitaan masyarakat ini” tegas dia.