Ancaman Bencana Meluas, Disdik Setop Tatap Muka dan Terapkan PJJ di Seluruh Sumbar
Meluasnya dampak bencana mulai dari banjir besar, banjir bandang, tanah longsor, hingga akses jalan yang tertutup total membuat pembelajaran tatap muka dinilai terlalu berisiko.
Disdik Sumbar menegaskan bahwa masa PJJ bisa diperpanjang sesuai kondisi lapangan terkini.
“Pembelajaran daring akan diperpanjang sesuai perkembangan situasi terkini. Yang penting keselamatan masyarakat sekolah,” kata Habibul.
Surat edaran juga memberi kewenangan kepada kepala sekolah untuk menyesuaikan kebijakan pembelajaran jika kondisi di wilayah masing-masing belum memungkinkan untuk kembali ke metode tatap muka.
Selain mengatur mekanisme belajar, Disdik Sumbar juga memberikan imbauan khusus kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik agar tetap mewaspadai cuaca ekstrem.
“Semua siswa dan guru dihimbau untuk selalu berhati-hati dan menjaga kesehatan. Situasi masih rawan bencana,” tegas Habibul.
Masyarakat juga diminta segera menghubungi layanan darurat kabupaten/kota atau Pusdalops Sumbar jika terjadi kondisi yang membahayakan.
Keputusan Disdik ini menyusul laporan BPBD Sumbar bahwa bencana hidrometeorologis telah melanda 13 kabupaten/kota, menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur pendidikan, hingga terputusnya akses jalan.
Dengan kondisi yang masih belum stabil, sektor pendidikan menjadi salah satu yang harus cepat beradaptasi agar layanan pembelajaran tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan. (*).