Ancaman Bencana Meluas, Disdik Setop Tatap Muka dan Terapkan PJJ di Seluruh Sumbar
PADANG,haisumbar.com/-Bencana hidrometeorologis yang melanda 13 kabupaten/kota di Sumatra Barat pasca terjadinya cuaca ekstrim akhirnya merembet ke sektor pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumbar melalui Dinas Pendidikan resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 300.2.1/7371/SEK/DISDIK-2025 tentang penyesuaian kegiatan pembelajaran pada masa status tanggap darurat cuaca ekstrem.
Mulai 27 hingga 29 November 2025 seluruh SMA, SMK, dan SLB di Sumbar dihentikan dari kegiatan tatap muka dan beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)/pembelajaran daring.
Kebijakan ini diambil untuk menjamin keselamatan warga sekolah sekaligus memberikan ruang bagi proses penanganan bencana yang hingga hari ini masih berlangsung.
Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Habibul Fuadi mengatakan bahwa kebijakan pembelajaran daring tersebut merupakan langkah darurat untuk memastikan seluruh siswa dan guru terhindar dari risiko bencana susulan.
“Saat ini sudah diberlakukan pembelajaran daring sampai hari Sabtu mendatang. Selama libur, siswa dihimbau untuk mengikuti proses belajar dari rumah,” ujar Habibul kepada Haluan Kamis (27/11).
Ia menegaskan bahwa seluruh proses pembelajaran tetap berjalan normal sesuai dengan program yang telah dirancang masing-masing sekolah.
Guru diminta memastikan layanan pendidikan tetap berlangsung melalui platform daring yang tersedia.
“Semuanya berjalan normal. Para guru dan siswa tetap mengikuti PBM sesuai program sekolah, hanya saja dilakukan dari rumah,” lanjutnya.