Tidak hanya itu, menurutnya
Sumbar juga mengalami penurunan pada sektor pariwisata, terutama kunjungan untuk seminar, pertemuan organisasi profesi, dan event nasional—segmentasi yang sebelumnya sangat kuat.

“Efek fiskal nasional terasa lebih besar ke Sumbar. Sementara stimulan jangka pendek seperti kebijakan Purbaya belum terlihat dampaknya, bahkan berpotensi menimbulkan distorsi,” tambahnya.

Menurut Prof Elfindri, Sumbar tak punya pilihan lain selain bergerak cepat mengaktifkan kembali motor ekonomi. Ia menawarkan beberapa langkah strategis. Yaitu menuntaskan
dan dorong kembali proyek infrastruktur strategis seperti Kelanjutan Tol Padang–Bukittinggi–Pekanbaru, Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik dan Proyek konektivitas lintas kabupaten

“Infrastruktur itu darah pembangunan. Tanpa ini, pergerakan ekonomi akan tetap lambat,” tegasnya.

Ia juga meyakini, Sumbar harus membangkitkan industri berbasis sumber daya lokal. Seperti Industri turunan semen, Pengolahan minyak sawit dan oleochemical, Realisasi tambang dolomit, emas, dan mineral lainnya

“Semua potensi ada, tetapi tidak bergerak. Begitupun di bidang kelautan dan agro marine seperti Tambak udang
Budidaya ikan kerapu dan komoditas bernilai tingg hingga Pengembangan rantai industri pakan ternak

Ia juga mengingatkan perlunya Integrasi sektor peternakan Sapi, ayam, dan komoditas lain harus dipacu sebagai pendukung rantai pasok pangan daerah.

Disamping itu, ia juga mendorong pemerintah melibatkan perantau dalam skema bisnis-ke-bisnis antara Ranah dan Rantau. Tak hanya untuk UMKM, tetapi juga untuk kegiatan sosial produktif yang dapat membuka lapangan kerja baru.

“Kemudian jalankan skema wakaf produktif dan bisnis syariah. “
Skema ini sudah lama jadi wacana, tetapi belum dieksekusi. Tanpa eksekutor, semua tinggal konsep.”

Prof Elfindri menegaskan di kondisi seperti inilah saatnya gubernur dan seluruh bupati/wali kota duduk bersama untuk menyusun langkah konkret dan terukur.

“Targetkan kepastian minggu demi minggu, bulan demi bulan. Jika tidak, Sumbar akan terus tertinggal,” pungkasnya. (*)

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *