Secara kumulatif, ekonomi Sumbar sampai dengan triwulan III/2025 tumbuh sebesar 3,94 persen (c-to-c). Seluruh lapangan usaha tumbuh positif, kecuali lapangan usaha konstruksi yang terkontraksi sebesar 0,49 persen.
Lapangan usaha jasa lainnya serta lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial, secara berurutan mengalami pertumbuhan yang paling tinggi, yaitu sebesar 7,35 persen dan 6,78 persen, diikuti lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 6,56 persen, serta lapangan usaha real estat sebesar 6,36 persen.
Sedangkan lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang memiliki peran dominan tumbuh sebesar 4,40 persen. Adapun lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh sebesar 4,27 persen, serta lapangan usaha transportasi dan pergudangan tumbuh sebesar 2,13 persen.
Secara spasial, struktur perekonomian Pulau Sumatera pada triwulan III/2025 didominasi oleh Provinsi Sumatera Utara dengan kontribusi terhadap PDRB Pulau Sumatera sebesar 23,58 persen, diikuti Riau sebesar 22,95 persen, Sumatera Selatan sebesar 13,85 persen,
Lampung sebesar 10,13 persen, Kepulauan Riau sebesar 7,07 persen dan Jambi sebesar 6,68 persen.
Kemudian Sumatera Barat sebesar 6,60 persen, Aceh sebesar 4,90 persen, Kepulauan Bangka Belitung sebesar 2,17 persen, dan Provinsi Bengkulu sebesar 2,07 persen.
“Pada triwulan III/2025, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh Provinsi Kepulauan Riau, yaitu sebesar 7,48 persen, diikuti oleh Sumatera Selatan sebesar 5,20 persen, Lampung sebesar 5,04 persen, Riau sebesar 4,98 persen, Jambi sebesar 4,77 persen, Bengkulu sebesar 4,56 persen, Sumatera Utara 4,55 persen, Aceh sebesar 4,46 persen, Sumatera Barat sebesar 3,36 persen, dan Kepulauan Bangka Belitung sebesar 3,21 persen,” pungkasnya. (*)