Inflasi Sumbar Naik Jadi 4,52 Persen, BPS: Dipicu Kenaikan Harga Makanan dan Transportasi
Sementara itu, inflasi month-to-month (m-to-m) Sumbar pada Oktober 2025 tercatat 0,40 persen menunjukkan adanya dorongan harga jangka pendek menjelang akhir tahun. Adapun inflasi year-to-date (y-to-d) mencapai 3,87 persen, sejalan dengan tren kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.
Pasaman Barat Tertinggi, Padang Terendah
BPS Sumbar mencatat bahwa seluruh empat wilayah cakupan IHK di provinsi ini mengalami inflasi y-on-y pada Oktober. Kabupaten Pasaman Barat menjadi daerah dengan inflasi tertinggi, yakni 6,67 persen dengan angka IHK 113,33.
“Pasbar kembali mencatatkan tekanan inflasi yang kuat, terutama dari komoditas pangan strategis,” jelas Sugeng.
Di sisi lain, Kota Padang menjadi wilayah dengan inflasi terendah, yakni 3,90 persen dan IHK 110,32. Sementara Kabupaten Dharmasraya mencatat inflasi 4,59 persen dengan IHK 111,71, dan Kota Bukittinggi mengalami inflasi 4,50 persen pada IHK 110,73.
Tren Inflasi Setahun Terakhir Terus Bergerak Naik
Grafik perkembangan inflasi y-on-y Sumbar menunjukkan tren yang cenderung meningkat sepanjang satu tahun terakhir. Setelah berada di level 1,65 persen pada Oktober 2024, inflasi turun naik hingga akhirnya melonjak pada triwulan terakhir 2025, mencapai puncaknya 4,52 persen pada Oktober 2025.
Sugeng menegaskan bahwa pemantauan inflasi terus diperkuat, terutama menjelang periode akhir tahun yang biasanya rawan kenaikan harga.
“Sinergi antara pemerintah daerah, TPID, dan pelaku pasar sangat penting untuk menjaga stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” tutupnya. (*).