Perjumpaan Besar Tradisi Wakaf,Ranah Minang Menyambut Seabad Gontor.
Warisan panjang itu pula yang menjadikan Sumbar dipandang sebagai daerah yang matang dalam literasi wakaf dan cocok menjadi tuan rumah forum internasional ini.
Momentum konferensi semakin historis karena digelar bertepatan dengan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, salah satu contoh paling sukses dari sistem wakaf modern di dunia Islam Indonesia.
Didirikan oleh Trimurti KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie, dan KH Imam Zarkasyi, pondok ini sejak awal diletakkan di atas dan untuk semua golongan. Sebuah prinsip besar yang hanya mungkin berdiri lewat wakaf permanen.
Keputusan Trimurti mewakafkan seluruh aset pondok kepada umat kini akhirnya terbukti melahirkan tonggak perubahan besar. Gontor tumbuh mandiri tanpa beban warisan keluarga. Seluruh pembangunan, perluasan, dan ribuan cabang alumninya berjalan dengan etos “ikhlas beramal”.
Tidak hanya itu, Model wakaf pendidikan Gontor kini menjadi inspirasi internasional. Dalam forum ini, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa sejarah Gontor menjadi bukti nyata bahwa wakaf bukan sekedar urusan amal. Namun adalah instrumen pembangunan peradaban.
“Gontor adalah contoh bagaimana wakaf menjadi kekuatan ekonomi, sosial, bahkan diplomasi keilmuan yang diakui dunia. Ini selaras dengan tradisi wakaf masyarakat Minang sejak masa surau-surau klasik, pungkasnya. (*).