Perjumpaan Besar Tradisi Wakaf,Ranah Minang Menyambut Seabad Gontor.
PADANG, haisumbar.com/ — Konferensi Wakaf Internasional 2025 yang dibuka Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah di Hotel Truntum Padang, Sabtu (15/11/2025), tidak boleh dipandang sebagai forum akademik global biasa.
Bagi Ranah Minang, konferensi tingkat dunia ini adalah momentum untuk menghidupkan kembali kesadaran historis tentang posisi wakaf sebagai fondasi utama peradaban intelektual dan sosial masyarakat Sumatra Barat selama berabad-abad lampau.
Dalam sambutannya di forum itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengingatkan bahwa sebelum kata “ekonomi syariah” populer di dunia modern, masyarakat Minangkabau sejak lama sudah mempraktikkan mekanisme wakaf sebagai instrumen sosial, pendidikan, dan pemberdayaan.
Ia mengingatkan, Surau-surau tua Minangkabau yang membentang dari Pariangan, Batipuh, hingga Ulakan—berdiri tegak di atas tanah wakaf ninik mamak.
Dari lembaga kecil berbasis wakaf itu, pernah lahir ulama kelas dunia seperti Syekh Khatib Al-Minangkabawi, ulama terkenal di Makkah abad ke-19, hingga Syekh Yasin Al-Fadhani, pakar hadis internasional yang bergelar Musnid ad-Dunya*.
“Tradisi wakaf telah menjadi denyut nadi pendidikan masyarakat Minang. Surau, madrasah, hingga pesantren berdiri dari wakaf. Modal sosial itu tidak boleh hilang, harus kita kelola secara modern dan produktif,” ujar Mahyeldi.