Program Replanting Sawit di Sumbar Mulai Berbuah, Petani Agam Gelar Panen Perdana.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sumbar mencatat, pada tahun 2025 program replanting sawit rakyat menargetkan 5.400 hektar lahan yang tersebar di tujuh kabupaten.
Yakni Dharmasraya, Sijunjung, Solok Selatan, Pesisir Selatan, Agam, Pasaman, dan Pasaman Barat. Program ini juga diharapkan menjadi bagian dari strategi green economy Sumatera Barat memastikan keberlanjutan ekonomi tanpa mengorbankan keseimbangan lingkungan.
Bupati Agam, Benni Warlis, menyebut keberhasilan panen perdana ini sebagai bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
“Inilah hasil dari gotong royong modern. Bukan hanya peningkatan produksi, tapi juga tentang masa depan ekonomi masyarakat Agam,” katanya.
Dukungan juga datang dari kalangan swasta. Manager PT AMP Plantation, Mr. Low Kim Seng, menegaskan pihaknya siap terus berkontribusi mendukung program pemerintah di sektor perkebunan.
“Kami berkomitmen mendukung program replanting, baik di area perusahaan maupun di lahan plasma milik masyarakat,” ujarnya.
Keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa replanting bukan sekadar slogan pembangunan, tetapi jalan nyata menuju peremajaan ekonomi berbasis rakyat.
Dengan dukungan regulasi, pendanaan, dan kemitraan yang kuat, Sumatera Barat perlahan membangun wajah baru perkebunan sawitnya untuk lebih produktif, lebih berkelanjutan, dan lebih mensejahterakan.
“Panen perdana ini adalah simbol dari kesabaran, kerja keras, dan kolaborasi yang nyata. Dari Agam, kita membuktikan bahwa sawit rakyat bisa bangkit dan memberi harapan baru,” tutup Mahyeldi.