Skip to content
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Hai Sumbar

Suara Dari Ranah

Hai Sumbar

Suara Dari Ranah

  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Nasional
  • Metropolis
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Nasional
  • Metropolis
Close

Search

Ekonomi

Program Replanting Sawit di Sumbar Mulai Berbuah, Petani Agam Gelar Panen Perdana.

By
November 14, 2025 2 Min Read
0

AGAM, haisumbar.com/—Setelah empat tahun menanti, harapan petani sawit rakyat di Kabupaten Agam akhirnya berbuah manis. Kebun sawit hasil program peremajaan (replanting) yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) kini resmi memasuki masa panen perdana, Kamis (13/11/2025).

Momentum ini menjadi tonggak penting bagi keberlanjutan sektor perkebunan rakyat, sekaligus pembuktian bahwa program Replanting Sawit Rakyat yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) benar-benar memberi hasil nyata di lapangan.

Panen perdana dilakukan di lahan Koperasi Perkebunan Sawit (KPS) Tompek Tapian Kandis, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah hadir langsung untuk menyapa para petani dan pengurus koperasi yang selama empat tahun terakhir konsisten merawat kebun hasil replanting.

“Program replanting ini sudah berjalan sejak 2018. Tujuannya sederhana tapi besar dampaknya meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat dan memastikan kesejahteraan petani tetap tumbuh,” ujar Mahyeldi dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, sejak digulirkan, program peremajaan sawit rakyat di Sumbar telah menjangkau 14.919 hektar kebun dengan total dana bantuan sekitar Rp463 miliar dari BPDPKS. 

Menurutnya, dari tahun ke tahun dukungan pendanaan juga terus meningkat. Jika pada 2018–2021 bantuan per hektar hanya Rp25 juta, pada 2022–2024 naik menjadi Rp30 juta, dan tahun ini sudah mencapai Rp60 juta per hektar.

Koperasi Perkebunan Sawit Tompek Tapian Kandis menjadi salah satu penerima manfaat program tersebut. Total bantuan yang diterima mencapai Rp7,95 miliar untuk 289 hektar lahan yang diremajakan secara bertahap sejak 2020. 

Gubernur menilai capaian di Agam bisa menjadi contoh praktik terbaik bagi daerah lain. Keberhasilan ini, katanya, bukan semata karena bantuan dana, tetapi juga hasil dari pendampingan teknis, transparansi koperasi, dan komitmen petani dalam mengelola kebun secara berkelanjutan.

“Dengan manajemen yang baik, replanting bukan hanya menjaga produktivitas, tapi juga meningkatkan kesejahteraan petani. Ini hasil kerja kolektif,” tegas Mahyeldi.

Pages: 1 2

Tags:

BPDKsGubernur SumbarMahyeldi AnsharullahPemprov SumbarSawit
Author

Follow Me
Other Articles
Previous

Hadapi Pemangkasan TKD, Sumbar Lirik Potensi Pajak Air Permukaan  Industri Perkebunan Sawit

Next

Peserta Konferensi Wakaf Internasional Mulai Berdatangan, Pimpinan Gontor Disambut di VIP BIM

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

haisumbar.id

Copyright 2026 — Hai Sumbar. All rights reserved.