Blog

  • Perkuat Ekonomi Islam Global, Sumbar Kembali Jadi Tuan Rumah WIES 2025

    PADANG,HAISUMBAR.CO—Setelah sukses menyelenggarakan World Islamic Entrepreneur Summit (WIES) 2023, Sumatera Barat kembali menggelar ajang ekonomi muslim tingkat dunia tersebut pada 26- 29 November 2025 mendatang.

    Acara bergengsi ini akan digelar di Hotel Pangeran Beach, Padang, dengan mengusung tema “Navigating and Changing World Order”.

    WIES 2025 akan menghadirkan delegasi dari berbagai negara serta pelaku usaha internasional dari sektor fashion, kuliner, ekspor-impor, pariwisata, dan teknologi.

    Lebih dari 2.000 peserta diperkirakan akan hadir, termasuk perwakilan diplomat, kepala daerah, investor, dan media internasional.

    Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, menegaskan pentingnya semangat dan kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan agenda internasional ini.

    “Keberhasilan WIES tahun ini menjadi acuan untuk kelanjutan WIES kedepannya. Oleh karena itu kolaborasi dengan banyak pihak perlu dilaksanakan. Dari awal penyambutan hingga akhir acara kita harus harus membuat para tamu terkesan. Semoga even ini menjadi ikon Sumatera Barat,” ujar Arry.

    Chairwoman WIES 2025, Sari Lenggogeni, mengungkapkan bahwa WIES tahun ini akan menampilkan berbagai diskusi panel yang akan menunjang pengetahuan pengusaha.

    WIES 2025 nantinya akan menampilkan sejumlah sesi panel internasional yang membahas tema-tema aktual, seperti transformasi ekonomi berkelanjutan, peran perempuan dan generasi muda dalam pembangunan global, serta strategi pembiayaan UMKM di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

    Pages: 1 2

  • Sosiolog UNP: Rendahnya Pengetahuan Seksual Picu Ledakan Kasus HIV di Padang

    PADANG, haisumbar.com/ —Lonjakan kasus HIV/AIDS di Kota Padang dinilai bukan semata akibat perilaku seksual berisiko saja. Namun   juga karena minimnya pengetahuan dan literasi seksual masyarakat.

    Sosiolog Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Erianjoni, menyebut masih banyak warga yang belum memahami cara penularan HIV dan pentingnya deteksi dini.

    “Faktor gaya hidup berisiko seperti seks bebas dan penggunaan narkoba suntik masih dominan. Tapi akar masalahnya adalah rendahnya pendidikan dan kesadaran kesehatan seksual, khususnya di kalangan muda,” ujarnya Rabu (12/11/2025).

    Erianjoni menilai akses informasi kesehatan dan layanan tes HIV/AIDS di Kota Padang masih terbatas bagi kelompok rentan, seperti pekerja seks, pengguna narkoba, dan komunitas LGBT.

    “Layanan kesehatan sering kali tidak ramah atau sulit dijangkau oleh populasi kunci. Ini memperparah kondisi karena mereka enggan memeriksakan diri,” jelasnya.

    Pages: 1 2

  • Kasus HIV Meledak di Kota Padang, Penderita Didominasi Lelaki

    PADANG, haisumbar.com/ —Kasus HIV/AIDS di Kota Padang kembali meningkat signifikan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang, tercatat ada 192 kasus baru sepanjang tahun berjalan.

    Dengan tambahan tersebut, total kumulatif kasus HIV/AIDS di ibu kota Provinsi Sumatra Barat itu kini mencapai 2.026 kasus, naik dari 1.834 kasus pada 2024.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Padang, dr. Dessy M. Siddik membenarkan data tersebut saat ditemui awak media di Gedung DPRD Kota Padang, Selasa (11/11/2025) kemarin.

    “Ya, tahun ini terjadi penambahan 192 kasus HIV/AIDS di Kota Padang. Dari jumlah itu, 173 orang adalah laki-laki,sedangkan 19 orang perempuan,” ungkap dr. Dessy.

    Ia menjelaskan, dominasi kasus pada laki-laki disebabkan oleh pola perilaku seksual berisiko. Termasuk hubungan sesama jenis yang kian marak.

    “Perilaku seksual yang menyimpang dari norma, termasuk hubungan sesama jenis, menjadi faktor signifikan dalam penyebaran HIV di kalangan pria,” jelasnya.

    Pages: 1 2

  • Tol Padang–Pekanbaru Lanjut ke Bukittinggi, Desain Dasar Segera Rampung: Pemprov Sumbar Siap Fasilitasi Pembebasan Lahan

    PADANG,haisumbar.com/ —Pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru kembali menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah seksi Padang–Sicincin rampung disambung, proyek strategis nasional itu kini bergerak ke tahap berikutnya, yakni Sicincin–Bukittinggi.

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumatera Barat, Rinaldi mengatakan PT Hutama Karya saat ini tengah menyiapkan Basic Design atau desain dasar ruas Sicincin–Bukittinggi.

    “Sampai saat ini, PT Hutama Karya masih menyiapkan Basic Design Tol Sicincin–Bukittinggi. Mereka sedang melakukan asistensi ke Direktorat Jenderal Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR terkait hal-hal teknis seperti kemiringan dan sebagainya. Itu sedang berproses,” ujar Rinaldi Rabu (13/11/2025).

    Menurut Rinaldi, setelah desain dasar tersebut disetujui Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Sumbar akan segera memulai tahapan sosialisasi kepada masyarakat dan membantu proses pembebasan lahan.

    “Begitu disetujui, kami akan turun mensosialisasikan kepada masyarakat dan membantu proses pembebasan lahan. Pemprov siap memfasilitasi agar progres pembangunan berjalan lancar,” ujarnya.

    Menanggapi isu yang beredar mengenai potensi perubahan trase atau arah jalur tol ke wilayah Tanah Datar, Rinaldi menegaskan bahwa rute tol Sicincin–Bukittinggi tetap pada rencana awal, yakni melewati Kota Bukittinggi.

    “Setahu kami, ruas tol ini tetap berada di rute semula, yaitu melewati Bukittinggi. Belum ada rencana perubahan jalur ke Tanah Datar,” tegasnya.

    Pemprov Sumbar juga meminta agar dalam penyusunan desain dan trase jalan tol, unsur sosial-budaya masyarakat tetap diperhatikan secara serius. Pembangunan harus meminimalkan dampak terhadap lahan produktif dan situs-situs yang dianggap sakral oleh masyarakat.

    “Kita berharap rute yang disiapkan benar-benar menghindari sawah produktif, situs budaya, kuburan, maupun masjid yang dianggap sakral. Kita ingin pembangunan ini minim gesekan sosial,” ungkap Rinaldi.

    Meski belum bisa memastikan waktu pasti penyelesaian desain dasar tersebut, Rinaldi berharap asistensi di Kementerian PUPR dapat segera rampung agar pembangunan fisik bisa dimulai dalam waktu dekat.

    Pages: 1 2

  • Ditargetkan Mulai Dibangun Tahun Depan, Penyusunan Basic Design Tol Sicincin-Bukittinggi Dikebut

    PADANG, haisumbar.com/- Pemerintah menargetkan kelanjutan pembangunan jalan tol Padang–Pekanbaru seksi Sicincin-Bukittinggi dimulai tahun depan atau paling Lambat awal tahun 2027 nanti. Saat ini tahap penyusunan Basic Design tengah dikerjakan PT Hutama Karya (HK) selaku pelaksana proyek.

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatra Barat, Rinaldi mengungkapkan bahwa PT Hutama Karya kini sedang mengasistensikan desain teknis jalan tol tersebut kepada Direktorat Jenderal Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR

    “Sampai saat ini, PT Hutama Karya masih menyiapkan Basic Design Tol Sicincin–Bukittinggi. Mereka sedang melakukan asistensi ke Ditjen Jalan Bebas Hambatan terkait hal-hal teknis seperti kemiringan dan sebagainya. Itu sedang berproses,” ujar Rinaldi Rabu (13/11/2025).

    Menurutnya, setelah desain dasar itu disetujui oleh Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Sumbar akan langsung memulai tahapan sosialisasi kepada masyarakat yang wilayahnya akan dilalui proyek tersebut.

    Pemprov juga siap membantu memfasilitasi proses pembebasan lahan agar pekerjaan konstruksi dapat segera dimulai tanpa hambatan berarti.

    “Begitu disetujui, kami akan turun mensosialisasikan kepada masyarakat dan membantu proses pembebasan lahan. Pemprov siap memfasilitasi, agar progres pembangunan berjalan lancar,” tambahnya.

    Pages: 1 2

  • Wagub Vasko Soal  Rahmah El Yunusiyah Jadi Pahlawan Nasional  : Bukti  Negara Akui Kontribusi Sumbar

    JAKARTA,haisumbar.com/— Negara, akhirnya resmi menetapkan tokoh pejuang dan pemikir Sumatra Barat,  Hajjah Rahmah El Yunusiyah sebagai  Pahlawan Nasional Tahun 2025 bersama sepuluh tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional lainnya pada Senin (10/11/2025).

    Penetapan Rahmah El Yunusiyah sebagai pahlawan  nasional, diumumkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Istana Negara.

    Wakil Gubernur Sumatra Barat, Vasko Ruseimy menyebut penetapan Rahmah El Yunusiyah bukan hanya penghormatan bagi sosok tokoh pendidikan perempuan itu. Namun juga menjadi  pengakuan nyata terhadap kontribusi besar Sumatera Barat dalam sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa.

    “Kita sangat bersyukur dan bangga atas ditetapkannya Rahmah El Yunusiyah sebagai Pahlawan Nasional. Ini bukan sekadar penghargaan untuk beliau, tetapi juga pengakuan terhadap peran besar Sumatera Barat dalam membangun peradaban bangsa melalui pendidikan dan perjuangan kaum perempuan,” ujar Vasko usai acara penetapan di Istana Negara Jakarta.

    Vasko menilai Rahmah El Yunusiyah merupakan pelopor pendidikan Islam progresif yang gagasannya melampaui zamannya. 

    Melalui Diniyah Puteri Padang Panjang, Rahmah menghadirkan sistem pendidikan yang tidak hanya menanamkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk kepekaan sosial dan spiritual bagi para siswinya.

    “Konsep pendidikan yang beliau rintis menembus batas waktu. Beliau mengajarkan bahwa perempuan harus berilmu, berdaya, dan memiliki peran penting dalam membangun masyarakat,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Vasko menyebut nilai-nilai perjuangan dan pendidikan yang dicontohkan Rahmah El Yunusiyah akan terus diintegrasikan dalam pembangunan daerah.

     Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, katanya, menjadikan momentum ini untuk memperkuat identitas daerah sebagai pusat pendidikan dan nilai keislaman yang inklusif serta berkemajuan.

    “Ini adalah momentum penting untuk memperkuat identitas Sumatera Barat sebagai daerah yang menjunjung tinggi pendidikan dan nilai keislaman yang inklusif,” tambahnya.

    Pages: 1 2

  • Ombudsman Ungkap Bobrok Layanan Publik Pemko Padang Sepanjang 2025

    PADANG, haisumbar.com/—
    Tiga laporan hasil pemeriksaan Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat tahun 2025 membuka tabir rapuhnya tata kelola pelayanan publik di Kota Padang.

    Mulai dari pengelolaan data penerima bantuan sosial, pengaturan pedagang pasar, hingga layanan kesehatan di rumah sakit daerah — semuanya menyisakan jejak maladministrasi yang mencoreng komitmen pemerintah terhadap asas keadilan dan transparansi.

    Laporan Hasil Analisis yang dirilis Ombudsman RI
    Provinsi Sumatera Barat Jumat 7 November 2025 menyingkap fakta menyedihkan.

    Ombudsman menemukan banyak warga miskin di Padang kehilangan hak atas bantuan sosial setelah peralihan sistem dari DTKS ke DTSEN. Rakyat miskin tersingkir dari data Bantuan Sosial negara.

    Keluhan datang karena ribuan keluarga tiba-tiba terhapus dari daftar penerima, keluar dari desil 1–5, tanpa ada informasi resmi dari Dinas Sosial Kota Padang.

    “Peralihan sistem dilakukan tanpa sosialisasi yang layak. Masyarakat dan pelaksana di lapangan kebingungan menghadapi mekanisme baru,” tulis Ombudsman dalam laporan hasil analisisnya.

    Minimnya komunikasi antarlembaga seperti Dinas Sosial, BPS, dan Disdukcapil, serta belum diperbaruinya SOP dan standar pelayanan, disebut sebagai akar maladministrasi.

    Ombudsman mendesak Pemko Padang menandatangani akta Integritas antarinstansi, menyusun modul edukasi bagi aparat kelurahan dan masyarakat, serta membuka jalur partisipatif melalui aplikasi Cek Bansos agar warga tidak lagi jadi korban sistem yang gelap.

    Laporan kedua Ombudsman menyoroti Dinas Perdagangan Kota Padang yang kembali tersandung maladministrasi serius.

    Kepala Dinas Perdagangan dan Kepala UPTD Pasar Belimbing dinyatakan terbukti melakukan penundaan berlarut dan penyimpangan prosedur dalam menindaklanjuti permohonan pedagang terkait pemanfaatan kios pengganti.

    Pages: 1 2

  • Tata Niaga Gambir Sumbar Masih Carut-Marut, Pabrik Hilirisasi Jadi Harapan Baru.

    PADANG,haisumbar.com/—Meski Sumatera Barat selama ini dikenal sebagai penghasil gambir terbesar di Indonesia, bahkan di dunia, namun tata kelola niaganya hingga kini masih jauh dari ideal.

    Petani di hulu belum merasakan nilai tambah yang adil, sementara pasar hilir masih dikuasai pembeli besar dan pelaku industri luar daerah.

    Puncak kekecewaan petani pun sempat meledak dalam aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Limapuluh Kota beberapa waktu lalu. Mereka menuntut harga yang berpihak dan kebijakan yang lebih tegas dari pemerintah daerah.

    Namun di sisi lain, pemerintah provinsi menilai persoalan ini tak semata soal harga jual, tapi juga perubahan struktur biaya produksi akibat modernisasi teknologi pengolahan.

    Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhortbun) Sumbar, Afniwarman, mengakui bahwa tata niaga gambir masih menghadapi banyak kendala. Mulai dari regulasi, stabilitas harga, hingga rantai distribusi yang panjang dan timpang.

    “Permasalahan utama bukan hanya harga yang fluktuatif, tapi juga tata kelola niaga yang belum tertata. Kita sudah punya Pergub tentang Tata Kelola Gambir, tapi di lapangan implementasinya belum maksimal,” ujarnya kepada Haluan di Padang, Senin (10/11).

    Menurutnya, produksi gambir kini sebenarnya sudah jauh lebih efisien. Dengan sistem pres modern, petani tak lagi bergantung pada cara lama mangampo di kampo yang boros tenaga dan waktu.

    “Sekarang sudah menggunakan sistem pres, tidak lagi cara lama. Biaya produksi jauh lebih murah, hasil lebih banyak, dan efisiensinya tinggi. Jadi sebenarnya margin petani lebih baik dibanding dulu,” terang Afniwarman.

    Namun efisiensi itu diakuinya belum diikuti dengan perbaikan sistem pasar. Para petani tetap bergantung pada tengkulak atau pembeli besar, sementara harga internasional produk turunan gambir seperti katekin dan tannin, justru malah dikendalikan oleh perusahaan pengolahan di luar Sumbar.

    Sebagai langkah korektif, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian tengah menyiapkan kajian hilirisasi gambir di Sumatera Barat. Program ini mencakup survei calon petani dan calon lokasi (CPCL), serta rencana penunjukan BUMN sebagai pelaksana pembangunan pabrik pengolahan gambir di dua titik utama di Kabupaten Limapuluh Kota dan Pesisir Selatan.

    “Kementerian sudah menyiapkan tahapan mulai dari survei CPCL, penunjukan BUMN pengelola, sampai kajian hilirisasi. Ini menjadi momentum penting bagi Sumbar agar tidak lagi hanya jadi pemasok bahan mentah,” jelas Afniwarman.

    Pages: 1 2

  • Beraksi Saat Ditinggal Liburan, Komplotan Spesialis Rumah Kosong di Bukittinggi Dibekuk Polisi

    BUKITTINGGI, haisumbar.com/ – Tim Opsnal Satreskrim Polresta Bukittinggi berhasil membekuk komplotan spesialis pencurian rumah kosong yang kerap beraksi di wilayah Kota Bukittinggi. Dua orang pelaku berinisial A (35) dan R (29) ditangkap di sebuah rumah kontrakan di kawasan Aur Kuning, Jumat (7/11/2025) dini hari.

    Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari beberapa laporan warga yang resah akibat rumah mereka dibobol saat ditinggal pergi. Laporan terakhir datang dari seorang warga di kawasan Koto Selayan yang kehilangan perhiasan emas dan barang elektronik senilai puluhan juta rupiah setelah rumahnya dibobol maling akhir pekan lalu.

    Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi, AKP Budi Hartono (nama fiktif), membenarkan penangkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa modus operandi komplotan ini adalah dengan mengawasi rumah-rumah yang terlihat sepi atau dipastikan ditinggal penghuninya.

    “Benar, kami telah mengamankan dua pelaku. Modus mereka adalah berkeliling di kompleks perumahan, mengamati rumah yang lampunya mati di malam hari atau terlihat tidak berpenghuni selama beberapa hari,” ujar AKP Budi saat dikonfirmasi, Jumat pagi.

    Menurutnya, para pelaku biasanya beraksi di atas jam 12 malam dengan cara mencongkel jendela atau merusak kunci pintu menggunakan alat yang sudah mereka siapkan.

    “Saat penangkapan, kami juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit laptop, beberapa jam tangan mewah, dan peralatan yang diduga digunakan untuk membobol, seperti obeng besar dan linggis,” tambahnya.

    Saat ini, kedua pelaku telah diamankan di Mapolresta Bukittinggi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya TKP (Tempat Kejadian Perkara) lain dan keterlibatan pelaku lain dalam jaringan ini.

    Atas perbuatannya, kedua pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan (Curat), dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun. Pihak kepolisian mengimbau warga untuk selalu waspada dan melapor ke tetangga atau pihak berwajib jika hendak meninggalkan rumah dalam waktu lama.

  • Semen Padang FC U-20 Pastikan Tiket 8 Besar, Pelatih Fokus Benahi Lini Pertahanan

    PADANG, haisumbar.com/ – Tim junior Semen Padang FC U-20 berhasil memastikan langkah mereka ke babak 8 besar kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-20 musim ini. Kepastian ini didapat setelah meraih kemenangan penting 2-0 atas tim tamu, Persikabo 1973 U-20, di Stadion GOR H. Agus Salim, Padang, Jumat (7/11/2025) sore.

    Dua gol kemenangan tim “Kabau Sirah Mudo” dicetak oleh penyerang andalan mereka, “Rizki Maulana” (nama fiktif), pada menit ke-35 dan bek sayap “Andri Saputra” (nama fiktif) melalui tendangan bebas indah di babak kedua, tepatnya menit ke-78.

    Pertandingan berjalan cukup alot di babak pertama. Tim tamu memberikan perlawanan ketat, namun solidnya barisan pertahanan Semen Padang FC U-20 yang digalang kapten tim berhasil mementahkan beberapa peluang lawan.

    Meski lolos, pelatih kepala “Irfan Jamil” (nama fiktif) mengaku masih memiliki beberapa catatan evaluasi penting untuk timnya. Menurutnya, transisi dari bertahan ke menyerang masih sering terlambat dan ada beberapa kesalahan komunikasi di lini belakang yang nyaris berbuah fatal.

    “Alhamdulillah kami bersyukur atas hasil tiga poin dan tiket 8 besar ini. Ini kerja keras seluruh pemain,” ujar Irfan saat konferensi pers pasca-laga.

    “Namun, saya katakan pada anak-anak, perjuangan belum selesai. Babak 8 besar akan jauh lebih berat. Kami harus segera membenahi koordinasi lini pertahanan dan efektivitas penyelesaian akhir. Masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus kami selesaikan dalam waktu singkat ini,” tambahnya.

    Di babak 8 besar nanti, Semen Padang FC U-20 kemungkinan besar akan menghadapi lawan berat, yakni juara grup sebelah, Borneo FC U-20, yang tampil impresif sepanjang musim. Lolosnya tim junior ini diharapkan dapat menjadi pelecut semangat bagi tim senior yang juga tengah berjuang di kompetisi Liga 1.