PADANG, haisumbar.com/— Ketua Divisi Penguatan Kelembagaan dan Hukum Lingkungan WALHI Sumatra Barat, Tommy Adam, mengungkapkan temuan mengejutkan yang menampar keras pernyataan pemerintah terkait galodo yang menghancurkan sejumlah wilayah di Sumatra Barat sejak akhir November 2025 kemarin.

Menurut WALHI Sumbar, pemerintah tidak bisa lagi berlindung di balik narasi klasik bahwa kayu gelondongan yang menghantam pemukiman hanyalah “kayu tumbang alami” akibat cuaca ekstrem. 

Bukti-bukti berbasis citra satelit Maxar dari 2021 hingga 2025 justru menunjukkan fakta sebaliknya, telah terjadi penebangan hutan masif, terstruktur, dan berlangsung lama di sejumlah jantung Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ada di Sumatra Barat.

Termasuk DAS Aia Dingin wilayah yang menjadi penopang keselamatan ekologis Kota Padang.  Hilangnya tutupan hutan di Suka Marga Satwa (SM) Bukik Barisan di kawasan itu, mengakibatkan luluh lantak nya kawasan Lubuk Minturun, Limau Manis dan Pasar Baru UNAND diterjang Galodo serta sejumlah wilayah lainnya.

“Citra satelit menunjukkan pembalakan yang tidak mungkin terjadi tanpa pembiaran. Pemerintah menyangkal, tapi bukti ilmiah berkata lain. Ini bukan pohon tumbang alami, ini akibat buruk dari lemahnya pengawasan dan salah kelola sumber daya alam,” tegas Tommy Minggu (30/11/2025).

Dalam pembacaan WALHI via satelit, jejak kerusakan hutan terlihat jelas, terlihat pembukaan lahan di titik-titik strategis, jalan logging yang menembus kawasan konservasi, hingga tumpukan kayu yang menyerupai stock pile—semua sudah tampak jauh sebelum galodo menggulung Lubuk Minturun, Limau Manis, Pasar Baru UNAND, dan kawasan sekitarnya.

“Apa yang tidak dilihat pemerintah, justru terlihat sangat jelas oleh satelit. Ini bukan kejadian spontan, ini pekerjaan sistematis. Hulu dirusak, pohon ditebang, material hanyut, lalu berubah menjadi monster yang menghancurkan hilir,” ujarnya.

Hasil overlay antara citra Maxar dan Peta Kawasan Hutan Sumbar menunjukkan titik-titik pembalakan itu berada di dalam Suaka Margasatwa Bukit Barisan, Hutan Lindung, dan kawasan APL yang berbatasan langsung dengan area konservasi. 

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *