Proyek Geothermal Hitay Kembali Masuk Setelah 5 Tahun Vakum, Warga Talang Curiga Ada Agenda Tersembunyi
SOLOK,haisumbar.com/— Proyek geothermal PT Hitay Daya Energi di Gunung Talang yang sempat vakum sejak 2020 kini aktif kembali, memantik kecurigaan warga.
“Kenapa tiba-tiba muncul lagi? Dulu ditolak, sekarang dipaksakan lagi. Ada apa ini?” kata Jasmanto.
Warga menilai pemerintah tidak belajar dari konflik panjang 2017–2020. Beberapa tokoh nagari menyebut pendekatan pemerintah justru memperdalam ketidakpercayaan.
“Kami melihat ini bukan dialog, tapi pemaksaan,” ujar seorang tokoh adat.
Masuknya kembali Hitay dianggap sebagai upaya “menghidupkan proyek mati” yang sudah kehilangan legitimasi sosial di nagari.
Bukan tanpa alasan, konflik agraria di Nagari Salingka Gunung Talang sebelumnya telah pernah pecah sejak tahun 2017 usai PT Hitay Daya Energi asal Turki ditetapkan sebagai pemenang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP)
Penetapan WKP mencakup area luas (~27.000 ha) yang meliputi lahan pertanian, permukiman, dan kawasan lindung. Sebagai respon sejak 2017 masyarakat di sekitar Salingka Gunung Talang (Nagari Batu Bajanjang dan nagari lain di Kabupaten Solok) melancarkan penolakan keras.