PADANG, HAISUMBAR — Setelah bertahun-tahun pembinaan prestasi atlet Sumatera Barat berjalan tanpa kepastian arah dan target yang jelas, secercah harapan akhirnya muncul. 

Pemerintah Provinsi Sumbar resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 426-615-2025 yang menetapkan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar ke-XVI tahun 2026 dan ke-XVII tahun 2028.

Keputusan ini tak sekadar memastikan jadwal pesta olahraga dua tahunan tersebut, tetapi juga menjadi titik balik penting bagi pembinaan atlet Sumbar yang selama ini dinilai tertunda akibat minimnya kepastian agenda dan konsistensi kebijakan.

Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menegaskan bahwa kejelasan penyelenggaraan Porprov merupakan fondasi utama dalam membangun kembali sistem pembinaan atlet daerah yang berjenjang dan terukur.

“Selama ini pembinaan atlet kerap berjalan tanpa arah yang pasti. Porprov adalah fondasi menuju PON. Dengan terbitnya SK Gubernur, pembinaan atlet Sumbar akhirnya punya rambu yang jelas,” kata Hamdanus di Padang, Selasa (18/12/2025).

Berdasarkan SK tersebut, Porprov Sumbar 2026 akan digelar pada Juni–Juli dengan skema tuan rumah bersama seluruh kabupaten dan kota di Sumbar, sementara seremoni pembukaan dan penutupan dipusatkan di Kota Padang. Skema ini dinilai tidak hanya efisien, tetapi juga memberi ruang pemerataan pembinaan olahraga di daerah.

Lebih dari sekadar ajang seremonial, Porprov 2026 ditegaskan harus menjadi instrumen seleksi objektif atlet. Hamdanus menyebut, hasil Porprov akan menjadi tolok ukur nyata kekuatan atlet Sumbar, sekaligus basis pembinaan lanjutan menuju PON dan kejuaraan nasional.

“Porprov bukan sekadar rutinitas. Ini alat ukur performa atlet. Dari sini kita bisa melihat mana atlet yang layak dibina secara serius untuk PON,” ujarnya.

Penjadwalan Porprov yang kini selaras dengan kalender nasional juga membuka ruang bagi cabang olahraga untuk mempersiapkan atlet secara lebih matang, tanpa terganggu benturan agenda kejuaraan nasional—masalah klasik yang kerap menghambat pembinaan prestasi.

Dari sisi pendanaan, Porprov akan ditopang melalui hibah KONI Provinsi Sumatera Barat serta APBD kabupaten dan kota. Hamdanus menekankan anggaran tersebut harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar biaya kegiatan.

“Kalau ingin prestasi, pembinaan tidak bisa setengah-setengah. Porprov adalah investasi masa depan olahraga Sumbar,” tegasnya.

Terbitnya SK Gubernur ini juga dinilai sebagai momentum konsolidasi besar dunia olahraga Sumbar—menyatukan pemerintah daerah, DPRD, KONI kabupaten/kota, cabang olahraga, hingga institusi pendidikan—dalam satu arah kebijakan pembinaan prestasi.

Dengan kepastian Porprov 2026 dan 2028, KONI Sumbar optimistis pembinaan atlet daerah yang selama ini tersendat dapat kembali ke jalur yang benar. Harapannya, Sumatera Barat tidak lagi sekadar menjadi peserta di ajang nasional, tetapi tampil sebagai daerah yang mampu bersaing dan berbicara prestasi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *