Skip to content
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Hai Sumbar

Suara Dari Ranah

Hai Sumbar

Suara Dari Ranah

  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Nasional
  • Metropolis
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Kriminal
  • Nasional
  • Metropolis
Close

Search

EkonomiMetropolisNasional

Ultimatum Keras Mahyeldi: Jangan Tikam Rakyat Dengan Kenaikan Harga di Tengah Bencana

By
December 7, 2025 2 Min Read
0

PADANG,haisumbar.com/ — Di tengah luka mendalam akibat rangkaian bencana ekologis yang melanda hampir seluruh wilayah Sumatera Barat, Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyampaikan peringatan tegas kepada seluruh pelaku usaha, distributor, dan jaringan perdagangan agar tidak menjadikan situasi darurat ini sebagai kesempatan meraup keuntungan.

 Peringatan itu dikeluarkan menyusul munculnya indikasi awal praktik spekulasi harga di beberapa daerah terdampak.

Satu pekan terakhir, Sumbar menghadapi kerusakan masif setelah banjir, longsor, dan galodo melanda Agam, Pasaman Barat, Padang Panjang, Tanah Datar, Padang, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, serta beberapa kawasan lainnya.

Ribuan rumah hancur, akses logistik terputus, pasar tradisional terdampak, dan banyak warga kehilangan sumber penghidupan. Di tengah kesulitan itu, laporan terkait kenaikan harga sejumlah kebutuhan penting membuat pemerintah provinsi meningkatkan kewaspadaan.

Gubernur Mahyeldi menegaskan tidak akan menoleransi pihak mana pun yang mencoba menaikkan harga secara tidak wajar. Ia menilai tindakan seperti itu tidak hanya tidak bermoral, tetapi juga dapat dikenakan sanksi pidana.

 “Ketika masyarakat berjuang untuk menyelamatkan keluarga, mencari makanan, air bersih, dan tempat tinggal sementara, tidak boleh ada yang memanfaatkan penderitaan ini. Siapa pun yang mencoba memainkan harga akan berhadapan dengan pemerintah dan aparat penegak hukum,” ujar Gubernur di Padang, Jumat (5/12/2025).

Pemerintah Provinsi Sumbar langsung mengaktifkan langkah pengamanan harga dan distribusi barang. Gubernur meminta TPID, Dinas Pangan, Dinas Perdagangan, dan seluruh instansi terkait memperketat pemantauan harian di pasar-pasar utama.

 Pemeriksaan rantai distribusi mulai dari gudang, agen, hingga pedagang eceran diperintahkan untuk mencegah penimbunan, terutama komoditas kritis seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan gas elpiji.

Selain memperketat pengawasan, Pemprov juga membangun koordinasi intensif dengan Bulog serta distributor besar untuk memastikan suplai tetap aman meski banyak jalur logistik terputus akibat longsor dan kerusakan jembatan. 

Pages: 1 2

Tags:

BencanaBNPB RIEkonomiMahyeldi AnsharullahSumatra Barat
Author

Follow Me
Other Articles
Previous

Laporan BMKG ke Wagub Vasko: “Rekahan Makin Panjang, Sejumlah Wilayah Rawan Galodo Susulan”

Next

Gubernur Mahyeldi Sebut Bencana Ekologi Sumbar Adalah Ujian dan Peringatan dari Allah SWT

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

haisumbar.id

Copyright 2026 — Hai Sumbar. All rights reserved.