Sudah Berkali-kali Diperingatkan Guru Besar Universitas Gunadharma
Salah satu suara paling vokal adalah Prof Isril Berd, Guru Besar Universitas Gunadharma dan Ketua Forum DAS Sumatera Barat. Dalam serangkaian tulisannya yang terbit berturut-turut di Harian Haluan, baik edisi cetak maupun daring, ia telah menegaskan bahwa pembangunan kampus di kawasan tersebut menyimpan bahaya laten.
Dalam salah satu tulisannya, Isril bahkan memberi peringatan keras kepada para petinggi kampus Islam itu.
“Sungai Bangek itu bukan hanya rawan, tetapi sangat rawan. Struktur tanahnya labil, kemiringan bukit ekstrem, dan hulu DAS-nya sudah rusak. Membangun bangunan besar di lokasi seperti itu sama saja menunggu bencana datang.”tulisnya di salah satu edisi koran Haluan kala itu.
Ia juga menekankan bahwa berbagai kajian geologi dan hidrologi telah cukup jelas menunjukkan risiko pergerakan tanah di sepanjang lereng kawasan tersebut.
“Setiap pembangunan di daerah rawan longsor mesti mengikuti prinsip kehati-hatian ekstrem. Jika tidak, maka yang dibangun dengan anggaran besar itu justru akan menjadi korban pertama kerusakan lingkungan,” tulisnya.
Peringatan yang dianggap angin lalu itu pun kini akhirnya terkonfirmasi.
Insiden longsor di FEBI UIN Imam Bonjol memperlihatkan pola bencana ekologis yang kini berulang di Sumatera Barat, kombinasi curah hujan ekstrem, kerusakan hulu DAS, serta pembangunan yang tidak memperhatikan risiko geologi.