Pasca Galodo, Potensi Wabah Mengintai, Dinkes Sumbar Perkuat Pengawasan Sanitasi Pengungsian
Untuk memastikan koordinasi, Pusat Operasi Kedaruratan Kesehatan (HEOC) telah diaktifkan di tingkat provinsi. Melalui pusat ini, tenaga kesehatan dari berbagai sektor diwajibkan melapor sebelum melakukan pelayanan medis.
Puskris juga mengerahkan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK), termasuk tenaga medis dari RSU Dadi Makassar yang diperbantukan ke RSUD Lubuk Sikaping, serta tim RS Khusus Daerah Dadi yang ditempatkan di RSUD Lubuk Basung, Kabupaten Agam.
Dalam upaya perlindungan kelompok rentan, Puskris dan Dinas Kesehatan Sumbar mendistribusikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil ke seluruh daerah terdampak.
Sebanyak 13 lokasi di Kota Padang dan Kabupaten Agam menjadi fokus layanan, mulai dari penguatan pelayanan kesehatan, trauma healing, konsultasi psikologi, edukasi tumbuh kembang anak, hingga pendampingan menyusui dan pemberian MP-ASI.
Sementara itu, BNPB bersama TNI dan Basarnas menyalurkan 2,5 ton bantuan melalui udara pada Kamis (4/12) hingga pukul 18.00 WIB. Bantuan berupa logistik dan obat-obatan ini ditujukan untuk wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota, Agam, dan Pesisir Selatan.
Berdasarkan data Pos Pendamping Nasional per Kamis (4/12), sebanyak 22.824 warga masih mengungsi di 13 kabupaten dan kota yang terdampak bencana di Sumatera Barat. Kondisi ini membuat penguatan layanan kesehatan, sanitasi, dan pemantauan penyakit menjadi prioritas utama pemerintah provinsi. (*).