Tuntutan Keras: Bongkar Jaringan, Publikasikan Hasil Investigasi
WALHI Sumbar mendesak aparat penegak hukum untuk tidak hanya menyasar pekerja lapangan, tetapi mengungkap jaringan mafia kayu yang selama ini diduga bekerja secara terorganisir di kawasan konservasi.
Mereka juga mendesak Pemprov Sumbar dan KLHK tampil transparan, membuka hasil investigasi, serta mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam perusakan hutan negara tersebut.
“Negara tidak boleh lagi bersembunyi di balik alasan cuaca ekstrem. Penyebab utama bencana adalah perusakan lingkungan. Mafia hutan harus dihentikan, bukan dilindungi,” tegasnya.
Selain penegakan hukum, Walhi juga meminta penghentian seluruh izin yang berpotensi menggerus kawasan lindung dan percepatan pemulihan ekologis berbasis masyarakat.
Warga Masih Berduka, Publik Menunggu Keberanian Negara
Bencana galodo dan banjir bandang yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir telah menelan korban jiwa, meluluhlantakkan jembatan, sekolah, rumah ibadah, serta memutus jalur vital antardaerah. Tim gabungan masih berjibaku melakukan pencarian dan penanganan darurat.
Di tengah duka yang belum usai, publik kini menagih keberanian pemerintah dan aparat penegak hukum: apakah mereka siap membongkar akar masalah, atau kembali membiarkan mafia kayu merajalela hingga bencana berikutnya kembali datang?. (*)