Di tengah situasi darurat, Polda Sumbar bersama Basarnas, TNI, BPBD, dan pemerintah daerah terus melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai, lembah terdampak, hingga permukiman yang sempat terisolasi material banjir dan longsor.
Susmelawati memastikan bahwa Polda Sumbar akan terus memperbarui data secara berkala agar masyarakat menerima informasi yang valid dan terhindar dari kabar tidak benar yang beredar di media sosial.
Bencana galodo yang menerjang sejumlah kabupaten/kota di Sumbar sejak 21 November ini menjadi salah satu bencana dengan korban terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Upaya pencarian dan identifikasi dipastikan masih akan berlanjut hingga seluruh korban ditemukan. (*).