Tabung LPG 3 kilogram diangkut menggunakan perahu ke Paninggahan dan Muaro Pingai di Kabupaten Solok, serta ke titik-titik di Tiku, Kabupaten Agam, yang masih terisolasi akibat longsor.
SPBE yang biasanya libur pada hari Minggu turut diperintahkan beroperasi penuh untuk mengejar lonjakan kebutuhan LPG di tengah kondisi darurat.
“Armada skid tank LPG menuju SPBU juga mendapatkan pengawalan penuh. Situasi darurat membuat kita tidak bisa membiarkan satu pun titik pelayanan kehabisan pasokan,” jelas Helmi.
Selain menjamin distribusi energi, Pertamina Patra Niaga Sumbar bersama IT Teluk Kabung menyalurkan bantuan senilai Rp100 juta melalui Posko Utama Tanggap Darurat Pemprov Sumbar. Bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok, obat-obatan, dan makanan siap saji untuk masyarakat terdampak.
Helmi menegaskan bahwa seluruh upaya ini adalah bentuk komitmen bersama agar Sumbar tidak mengalami “krisis energi” di tengah masa bencana.
“Kita tidak boleh kalah oleh situasi. Distribusi energi harus jalan, dengan cara apa pun,” tutupnya. (*).