Korban Bencana Sumbar Terus Bertambah: 129 Meninggal, 86 Masih Hilang”
Pemprov Sumbar menyatakan bahwa data korban dan kerusakan masih bersifat dinamis. Pembaruan dilakukan secara berkala setiap masuknya laporan resmi dari posko-posko daerah. Selain itu, Posko Terpadu Penanganan Bencana Provinsi Sumbar terus mengoordinasikan kebutuhan logistik, pelayanan kesehatan, dan langkah penanganan darurat lainnya.
“Seluruh perkembangan terbaru akan terus disampaikan secara rutin agar masyarakat memperoleh informasi yang valid dan terverifikasi,” tambah Arry.
Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumbar dalam sepekan terakhir merupakan salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, memicu banjir bandang, galodo, tanah longsor, dan kerusakan luas di berbagai wilayah. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Basarnas, dan relawan masih terus berjibaku di lapangan dalam proses evakuasi dan pencarian korban. (*).