Kemudian mempercepat pembangunan infrastruktur strategis seperti Pelabuhan Teluk Bayur, jalur kereta Sawahlunto–Padang, serta pengembangan Bandara BIM sembari menguatkan kapasitas SDM dan kewirausahaan.

Tidak hanya itu, ia juga menargetkan sektor pariwisata menjadi lokomotif pertumbuhan baru. Alasannya, pariwisata memiliki efek pengganda ke sektor kuliner, akomodasi, transportasi, hingga UMKM.

Data BPS menunjukkan pertanian masih mendominasi PDRB Sumbar dengan kontribusi 21,76 persen, disusul perdagangan 16,41 persen—yang sebagian besar digerakkan oleh UMKM. Dengan struktur yang sangat agraris, transformasi menuju basis industri dan jasa bernilai tambah tinggi masih menjadi perjalanan panjang.

“Pembangunan bukan hanya soal jalan dan jembatan, tapi membangun martabat rakyat,” tegas Mahyeldi

Kepala Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, menekankan bahwa seluruh rekomendasi kebijakan yang disusun dari Temu Responden harus berbasis data faktual, bukan asumsi kertas.

“Kebijakan yang dihasilkan tidak hanya bersandar pada teori, tetapi berpijak pada fakta dan dinamika yang terjadi di lapangan,” ujarnya.

BI menilai sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga—dua aspek yang belakangan menjadi sorotan publik karena tekanan inflasi komoditas pangan. (*)

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *