Menurut Rinaldi, celah batu grib di kawasan tersebut berada di titik yang licin dan terhimpit bebatuan besar. Kondisinya menyulitkan pengambilan barang tanpa peralatan khusus.

“Medannya sempit, ada potensi tangan terjepit atau terpeleset masuk ke sela batu yang dalam. Kami harus menggunakan alat pencapit dan teknik penyelamatan ringan agar ponsel dapat ditarik tanpa membahayakan petugas maupun pelapor,” jelasnya.

Operasi penyelamatan berlangsung hampir satu jam. Ponsel akhirnya berhasil diambil pada pukul 19.04 WIB.

Meski kejadian ini tidak menimbulkan korban maupun kerusakan, Rinaldi mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika berada di area batu grib, terutama di dekat pinggir pantai.

“Batu grib itu bukan area yang aman untuk bersandar atau bermain. Celahnya sempit dan dalam. Sudah beberapa kali kami melakukan penyelamatan barang maupun orang di titik tersebut,” katanya.

Rinaldi juga menegaskan bahwa Damkar Padang tidak hanya bertugas memadamkan kebakaran, tetapi juga menangani berbagai jenis penyelamatan yang membahayakan masyarakat.

“Prinsip kami tetap sama, Pantang Pulang Sebelum Padam, Walaupun Nyawa Taruhannya. Selama masyarakat membutuhkan, kami siap bergerak,” tutup Rinaldi.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi layanan Padang Sigap 112 atau call center Damkar Kota Padang di 0751-28558 maupun 0811-6606-113.(*).

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *