Blog

  • Jembatan Kelok 10 Diresmikan, Akses Baru Agam-Pasaman Hemat Waktu 1 Jam

    BUKITTINGGI, haisumbar.com/ – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat secara resmi membuka Jembatan Kelok 10, sebuah proyek infrastruktur strategis yang menghubungkan Kabupaten Agam dengan Kabupaten Pasaman, Jumat (7/11). Peresmian yang dilakukan langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, ini disambut antusias oleh warga.

    Jembatan layang sepanjang 800 meter ini dibangun untuk memangkas jalur lama yang dikenal ekstrem dan rawan longsor, terutama di musim hujan. Proyek yang memakan waktu pengerjaan selama dua tahun ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh antar kedua kabupaten hingga satu jam.

    Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menyatakan bahwa jembatan ini bukan hanya solusi transportasi, tetapi juga urat nadi baru bagi perekonomian. “Dengan adanya Jembatan Kelok 10, distribusi hasil bumi dari Pasaman seperti kopi dan sawit ke Bukittinggi dan Padang akan jauh lebih lancar,” ujarnya.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumbar, Drs. Era Sukma, menambahkan bahwa jembatan ini dirancang dengan teknologi tahan gempa terbaru. “Ini adalah ikon baru infrastruktur Sumbar. Selain fungsional, kami juga mendesainnya agar memiliki nilai estetika, sehingga berpotensi menjadi titik wisata baru,” kata Era.

    Masyarakat setempat berharap pembukaan jembatan ini dapat segera berdampak pada penurunan biaya logistik dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi di Pasaman yang sebelumnya sulit dijangkau.

  • Terus Berinovasi, Pariwisata Sumatera Barat Menggeliat Pasca-Pandemi

    Padang, haisumbar.com/ – Pariwisata Sumatera Barat kembali menggeliat pasca-pandemi dengan inovasi baru yang menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meluncurkan program “Jelajah Ranah Minang Digital” yang mengintegrasikan pengalaman wisata budaya, alam, dan kuliner dengan teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR). Program ini diharapkan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan hingga 20% pada akhir tahun ini..

    Gubernur Sumatera Barat, Bapak Mahyeldi Ansharullah, dalam sambutannya saat peluncuran program di Kota Tua Padang hari ini menyatakan, “Sumatera Barat memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Dengan sentuhan teknologi, kita ingin memberikan pengalaman yang lebih imersif dan interaktif kepada para pengunjung, sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Minangkabau kepada dunia.”

    Beberapa fitur unggulan dari program ini meliputi:

    • Aplikasi ‘Minang Eksplorer’: Memungkinkan wisatawan memindai objek wisata bersejarah untuk mendapatkan informasi detail dalam bentuk 3D atau video.
    • Tur VR Lembah Anai: Menawarkan pengalaman menjelajahi keindahan alam Lembah Anai dari sudut pandang yang belum pernah ada sebelumnya.
    • Peta Kuliner Digital: Menuntun wisatawan menemukan restoran lokal terbaik dengan ulasan dan rekomendasi dari sesama pengguna.

    Program ini disambut antusias oleh pelaku usaha pariwisata setempat. Ibu Rina Sari, pemilik homestay di Bukittinggi, mengungkapkan harapannya, “Kami sangat optimis dengan program ini. Teknologi bisa membantu kami menjangkau pasar yang lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi wisatawan.”

    Diharapkan, “Jelajah Ranah Minang Digital” tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal dan memperkenalkan Sumatera Barat sebagai destinasi wisata modern yang tetap memegang teguh kearifan lokalnya.