148 Meninggal, 86 Hilang: Polda Sumbar Tingkatkan Operasi Besar-Besaran
PADANG,haisumbar.com/ — Penanganan darurat bencana hidrometeorologis di Sumatera Barat memasuki fase krusial. Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya merilis perkembangan terbaru mengenai jumlah korban jiwa serta kekuatan personel yang dikerahkan dalam operasi kemanusiaan terbesar yang tengah berlangsung di wilayah Sumbar.
Dalam laporan resminya, Susmelawati menyampaikan bahwa hingga Minggu (30/11/2025) sore, total 5.236 personel gabungan telah dikerahkan ke seluruh titik bencana untuk mempercepat pencarian korban, evakuasi, identifikasi jenazah, dan mendukung distribusi logistik di daerah yang masih terisolasi.
“Ini adalah pengerahan personel terbesar dalam penanganan bencana di Sumbar tahun ini. Semua kekuatan kita kerahkan untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan terkoordinasi,” ujar Susmelawati.
Kekuatan personel tersebut terdiri dari Pusdokkes Mabes Polri 8 personel, BKO DVI Polda Riau 20 personel,BKO Polda Jambi 66 Personel, Brimob Polda Riau 284 personel, Polda Sumbar 868 personel serta Back Up Polres jajaran sebanyak 3.990 orang personel kepolisian.
Dengan total 5.236 personel, fokus utama berada pada pencarian korban hilang, pembersihan jalur vital, serta percepatan identifikasi korban oleh Tim DVI.
Kombes Pol Susmelawati Rosya juga menegaskan bahwa angka korban meninggal dunia terus bertambah seiring ditemukannya jenazah baru di sejumlah titik.
“Total korban meninggal dunia saat ini berjumlah 148 orang.Dari jumlah itu, 126 korban telah berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI, sementara 22 korban masih dalam proses identifikasi,” jelasnya.
Selain itu, sebanyak 86 orang masih dinyatakan hilang, dan pencarian dilakukan secara simultan di sepanjang aliran sungai, kawasan tebing longsor, hingga permukiman yang tersapu banjir bandang.
Tim gabungan TNI–Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan terus menyisir lokasi-lokasi sulit dengan dukungan alat berat dan perahu SAR.
Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat operasi pencarian harus dilakukan dengan pengawasan ketat dan penuh kehati-hatian.