PADANGPANJANG, haisumbar.com/ — Enam jenazah korban galodo (banjir bandang) yang ditemukan di aliran Sungai Batang Anai, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (27/11/2025) siang akhirnya berhasil teridentifikasi.
Proses identifikasi dilakukan oleh tim Inafis Sat Reskrim Polres Padang Pariaman setelah jenazah dievakuasi dari lokasi penemuan.
Kepala BPBD Kota Padang Panjang, Novi Yanti, menyampaikan bahwa identifikasi awal menggunakan peralatan Inafis telah menemukan kecocokan identitas para korban.
“Setelah dilakukan identifikasi dengan alat Inafis Sat Reskrim Polres Padang Pariaman, didapat beberapa identitas jenazah,”ujar Novi, Kamis (27/11/2025) malam.
Seluruh jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang sekitar pukul 18.13 WIB untuk pemeriksaan lanjutan.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan lima unit ambulans milik Padang Pariaman dan satu unit kendaraan Sidokkes Polres Padang Pariaman, melalui Jalan Tol Sicincin–Padang.
Berikut identitas enam jenazah yang berhasil terdata:
1. Nilmawati (07-05-1966), pedagang, warga Jl. Sutan Syahrir, RT 020 Kelurahan Silaiang Bawah, Padang Panjang
.
2. Riki Saputra (14-09-1987), buruh harian lepas, warga Jorong Aie Mancua, Kelurahan Singgalang, Kecamatan X Koto, Tanah Datar.
3. Junimar (05-06-1973), ibu rumah tangga, warga Jl. Sutan Syahrir RT 020, Silaiang Bawah, Padang Panjang Barat.
4. Agung Purnomo (22-02-1990), karyawan swasta.
5. Silvi Marta Putri (26-03-2005), warga Jorong Pisau Hilang, Kelurahan Lolo, Kecamatan Pantai Cermin, Kota Solok.
6. Roby Handaryo (19-12-1983), anggota TNI AD, warga Jorong Saruaso Timur, Kecamatan Tanjung Emas, Tanah Datar.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan relawan masih melakukan pencarian korban lainnya yang diduga masih berada di sepanjang aliran sungai.
Pemerintah meminta masyarakat yang kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor ke posko identifikasi. (*).