Tol Padang–Pekanbaru Lanjut ke Bukittinggi, Desain Dasar Segera Rampung: Pemprov Sumbar Siap Fasilitasi Pembebasan Lahan
PADANG,haisumbar.com/ —Pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru kembali menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah seksi Padang–Sicincin rampung disambung, proyek strategis nasional itu kini bergerak ke tahap berikutnya, yakni Sicincin–Bukittinggi.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumatera Barat, Rinaldi mengatakan PT Hutama Karya saat ini tengah menyiapkan Basic Design atau desain dasar ruas Sicincin–Bukittinggi.
“Sampai saat ini, PT Hutama Karya masih menyiapkan Basic Design Tol Sicincin–Bukittinggi. Mereka sedang melakukan asistensi ke Direktorat Jenderal Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR terkait hal-hal teknis seperti kemiringan dan sebagainya. Itu sedang berproses,” ujar Rinaldi Rabu (13/11/2025).
Menurut Rinaldi, setelah desain dasar tersebut disetujui Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Sumbar akan segera memulai tahapan sosialisasi kepada masyarakat dan membantu proses pembebasan lahan.
“Begitu disetujui, kami akan turun mensosialisasikan kepada masyarakat dan membantu proses pembebasan lahan. Pemprov siap memfasilitasi agar progres pembangunan berjalan lancar,” ujarnya.
Menanggapi isu yang beredar mengenai potensi perubahan trase atau arah jalur tol ke wilayah Tanah Datar, Rinaldi menegaskan bahwa rute tol Sicincin–Bukittinggi tetap pada rencana awal, yakni melewati Kota Bukittinggi.
“Setahu kami, ruas tol ini tetap berada di rute semula, yaitu melewati Bukittinggi. Belum ada rencana perubahan jalur ke Tanah Datar,” tegasnya.
Pemprov Sumbar juga meminta agar dalam penyusunan desain dan trase jalan tol, unsur sosial-budaya masyarakat tetap diperhatikan secara serius. Pembangunan harus meminimalkan dampak terhadap lahan produktif dan situs-situs yang dianggap sakral oleh masyarakat.
“Kita berharap rute yang disiapkan benar-benar menghindari sawah produktif, situs budaya, kuburan, maupun masjid yang dianggap sakral. Kita ingin pembangunan ini minim gesekan sosial,” ungkap Rinaldi.
Meski belum bisa memastikan waktu pasti penyelesaian desain dasar tersebut, Rinaldi berharap asistensi di Kementerian PUPR dapat segera rampung agar pembangunan fisik bisa dimulai dalam waktu dekat.