PADANG, HAISUMBAR.COM — Lonjakan pengungkapan kasus narkoba di Sumatera Barat sepanjang Januari hingga Februari 2026 mendapat perhatian serius dari Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar.
Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar Datuak Nan Sati, menilai data tersebut sebagai bukti tak terbantahkan bahwa ancaman narkoba di Ranah Minang sudah berada pada level yang mengkhawatirkan.
“Ini bukti yang tidak terbantahkan bahwa narkoba di Sumatera Barat cukup tinggi. Tidak terbayangkan berapa orang anak kemenakan yang bisa hancur karena barang haram ini,” kata Fauzi Bahar saat menghadiri konferensi pers pemusnahan barang bukti narkoba sabu dan ganja di Mapolda Sumbar Selasa (10/2/2026) kemarin.
Menurut mantan Wali Kota Padang itu, angka pengungkapan yang muncul dalam kurun waktu Januari–Februari saja sudah sangat mengejutkan, apalagi jika dibiarkan terus berlanjut tanpa keterlibatan semua unsur masyarakat.
Atas nama masyarakat adat dan niniak mamak, LKAAM Sumbar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polda Sumbar yang dinilai telah bekerja tanpa mengenal waktu dalam memerangi narkoba.
“Atas nama masyarakat dan niniak mamak, kami mengucapkan terima kasih kepada kepolisian yang bekerja siang malam di lapangan. Lakukan terus menerus, meskipun akan masuk bulan Ramadan. Karena kami yakin mereka yang mengedarkan narkoba ini tidak akan berhenti,” ujarnya.
Fauzi Bahar menegaskan, jaringan narkoba merupakan kejahatan terorganisir yang tidak akan berhenti hanya karena faktor waktu atau situasi tertentu.
“Mereka tidak akan pernah berhenti. Barang ini semua sudah ada yang punya,” tegasnya.
Namun di tengah dukungan penuh terhadap penegakan hukum, LKAAM juga menyampaikan catatan penting terkait penanganan pengguna narkoba, khususnya dari kalangan anak kemenakan.



