M. Yani juga mengaku tidak menerima penjelasan resmi terkait ketidakhadiran Wali Kota. Ia hanya mendengar informasi bahwa orang nomor satu di Kota Padang itu menghadiri pembukaan MTQ di Padang Barat.
“Kami dapat informasi beliau membuka MTQ di Padang Barat. Jaraknya tidak jauh dari sini. Seharusnya bisa meluangkan waktu untuk menemui masyarakatnya sendiri,” katanya.
Merasa belum mendapat ruang dialog, para PKL pun menyiapkan langkah lanjutan. Pada Minggu (15/2/2026), bertepatan dengan momentum car free day, mereka berencana menggelar long march menuju GOR Haji Agus Salim.
“Kami ingin masyarakat Kota Padang tahu apa yang sebenarnya kami alami,” ujarnya.
Tak hanya itu, mereka juga akan membawa persoalan ini ke DPRD Kota Padang. Hearing resmi akan diminta, dengan harapan Wali Kota dapat hadir memberikan penjelasan terbuka.
“Senin nanti kami akan ke DPRD untuk meminta jadwal hearing. Kami ingin semuanya jelas, terbuka, dan ada solusi,” pungkas M. Yani.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Padang terkait tuntutan para PKL. Sementara itu, di balik pagar rumah dinas yang tertutup, jawaban yang dinanti ratusan pedagang kecil masih menggantung di udara. (*)



