Dalam penilaian program unggulan, Program Pembinaan dan Penyelenggaraan Event Olahraga Antar Kampung mencatat tingkat keberhasilan tertinggi. Lebih dari sembilan dari sepuluh responden menilai program ini berhasil memperkuat solidaritas sosial dan kebersamaan antarwilayah.
Program peningkatan kesejahteraan guru, kader posyandu, serta aparatur sipil negara juga memperoleh penilaian positif. Mayoritas responden menilai program tersebut berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sejumlah program lain, seperti pendidikan gratis bagi pelajar, beasiswa hafidz Al-Qur’an hingga jenjang S3, pelayanan kesehatan gratis dan kunjungan rutin bagi lansia, serta pembangunan pusat kegiatan olahraga dan edukasi, dinilai berhasil oleh lebih dari 60 persen responden.
Meski demikian, survei juga mencatat sejumlah catatan evaluatif. Program pengembangan ekonomi kreatif, infrastruktur pariwisata, bantuan langsung tunai bagi ibu hamil untuk pencegahan stunting, serta pembangunan pusat ekonomi digital masih dinilai belum optimal oleh sebagian responden.
Tesha Dwi Putri menilai, temuan tersebut harus dibaca sebagai sinyal evaluasi yang konstruktif. “Kelompok yang belum puas ini penting diperhatikan, terutama di sektor ekonomi dan infrastruktur strategis, agar dampak kebijakan semakin luas dan dukungan publik tetap terjaga,” ujarnya.
Secara keseluruhan, survei Polstra menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan Annisa–Leli Arni tidak hanya relevan, tetapi juga efektif di Dharmasraya.
Di tengah dinamika sosial politik Sumatera Barat, capaian ini memperlihatkan bahwa kepemimpinan perempuan di Ranah Minang mampu membangun kepercayaan publik dan memperkuat tata kelola pemerintahan daerah secara nyata. (*)
Leave a Reply